Doa qunut subuh dibaca pada rakaat kedua salat Subuh, tepatnya setelah i’tidal dan sebelum sujud. Ada dua versi bacaan, yaitu pendek dan panjang. Keduanya sama-sama bisa Anda pilih sesuai kemampuan hafalan. Artikel ini membahas kedua versi lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.
Doa ini termasuk amalan sunnah yang banyak dikenal di Indonesia. Kalangan Nahdliyin dan pengikut mazhab Syafi’i rutin membacanya. Kebanyakan masjid di Indonesia juga mengenal tradisi ini. Namun, tidak semua Muslim melakukannya.
Anda mungkin bertanya, apakah qunut wajib? Jawabannya tidak. Menurut Imam an-Nawawi, qunut subuh termasuk sunnah muakkadah. Kalau Anda meninggalkannya, salat tetap sah. Anda hanya dianjurkan sujud sahwi.
Artikel ini mengajak Anda memahami doa qunut dari dasarnya. Kita akan membahas bacaan pendek, bacaan panjang, cara membacanya saat salat sendiri dan berjamaah, serta pandangan empat mazhab. Semua informasi mengacu pada rujukan yang tersedia.
Apa Itu Doa Qunut Subuh?
Kata “qunut” memiliki arti taat, diam, dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Dalam salat Subuh, qunut berisi permohonan agar Allah memberi petunjuk, kesehatan, perlindungan, dan keberkahan.
Waktu Membacanya
Anda membaca qunut pada rakaat kedua. Posisinya setelah bangun dari rukuk atau i’tidal. Saat membacanya, Anda mengangkat kedua tangan seperti berdoa pada umumnya.
Dalil Kesunnahannya
Dasar qunut subuh berasal dari riwayat Anas bin Malik. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut saat salat Subuh hingga wafat. Hadis ini menjadi rujukan utama ulama mazhab Syafi’i.
Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Pendek
Versi pendek cocok untuk Anda yang baru belajar. Bacaan ini juga mudah dihafal. Keutamaannya tetap sama dengan versi panjang.
Teks Arab
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِىْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِىْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Teks Latin
Allaahummahdinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qinii syarra maa qadhaits, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaits.
Arti
“Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang Engkau pimpin. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan ketetapan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan, dan tidak ada yang bisa menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau pimpin. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.”
Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Panjang
Versi panjang memuat permohonan yang lebih lengkap. Bacaan ini biasanya dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari.
Teks Arab
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِىْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِىْ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin
Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astahgfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa alihi wa shahbihi wasallama.
Arti
“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan pada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari keburukan ketetapan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan, dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau beri kekuasaan, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah Engkau dan Maha Luhur Engkau. Segala puji bagi-Mu atas segala ketetapan-Mu. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.”
Cara Membaca Qunut Saat Salat Sendiri dan Berjamaah
Cara membaca qunut sedikit berbeda antara salat sendiri dan berjamaah. Perbedaan ini ada pada lafal dan suara.
Saat Salat Sendiri
Anda membaca qunut dengan suara pelan. Lafal yang dipakai adalah “ihdinii”, yang artinya berilah aku petunjuk.
Saat Salat Berjamaah
Imam membaca qunut dengan suara lantang, lalu makmum mengaminkan. Imam juga dianjurkan mengubah lafal “ihdinii” menjadi “ihdinaa”, yang artinya berilah kami petunjuk. Pendapat ini mengacu pada Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in, yang memakruhkan imam mendoakan dirinya sendiri saat doa bersama.
Hukum Qunut Subuh Menurut Empat Mazhab
Ulama memiliki pandangan berbeda tentang qunut subuh. Perbedaan ini wajar dalam fikih. Berikut ringkasannya.
- Mazhab Syafi’i: Qunut subuh sunnah dan dibaca setelah rukuk. Pengikut mazhab ini membacanya rutin.
- Mazhab Maliki: Qunut subuh sunnah. Doanya dibaca sebelum rukuk dengan suara pelan.
- Mazhab Hanafi: Qunut hanya disunnahkan pada salat witir dan saat nazilah.
- Mazhab Hanbali: Qunut subuh tidak dianjurkan. Qunut hanya dibaca saat witir atau nazilah.
Di Indonesia, mayoritas Muslim mengikuti mazhab Syafi’i. Karena itu, qunut subuh umumnya sudah familiar di masjid-masjid.
Bagaimana Jika Tidak Hafal Doa Qunut?
Anda tidak perlu panik. Kalau belum hafal, Anda bisa membaca doa lain yang berbahasa Arab. Keterangan ini merujuk pada Fathul Mu’in. Anda juga bisa mulai dari versi pendek. Hafalkan sedikit demi sedikit setiap hari. Cara ini membuat qunut lebih mudah melekat.
Jika Anda lupa membaca qunut, salat tetap sah. Dalam mazhab Syafi’i, Anda dianjurkan sujud sahwi sebagai penggantinya.
Penutup: Mulai Membiasakan Doa Qunut Subuh
Doa qunut subuh berisi permohonan petunjuk, kesehatan, dan perlindungan. Versi pendek cocok untuk pemula. Versi panjang memuat doa yang lebih lengkap. Mulailah dari bacaan yang sanggup Anda hafal. Pahami artinya agar bacaan terasa lebih bermakna.
Setelah itu, konsistenlah dalam mengamalkannya. Jadikan qunut subuh sebagai kebiasaan harian. Dengan begitu, Anda bisa merasakan ketenangan dan kedekatan dengan Allah setiap pagi.
