Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam kalender Hijriah yang sangat dinantikan umat Muslim. Puasa Rajab menjadi amalan sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk persiapan rohani sebelum menyambut bulan suci Ramadhan.
Tahun 2025 ini terbilang unik dan istimewa bagi umat Islam. Mengapa? Karena bulan Rajab hadir dua kali dalam satu tahun masehi, yaitu pada Januari 2025 (1446 H) lalu, dan kini kembali menyapa kita di penghujung Desember 2025 (1447 H).
Bagi Anda yang berencana menunaikan ibadah ini, berikut adalah panduan lengkap mulai dari jadwal, niat, hingga tata cara menggabungkannya dengan qadha puasa Ramadan.
Kapan Puasa Rajab 2025 Dimulai?
Berdasarkan kalender Hijriah terbaru, 1 Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025.
Ini berarti, Anda sudah bisa mulai menunaikan puasa sunnah Rajab mulai hari Minggu tersebut. Malam tanggal 1 Rajab (malam Minggu) juga dianjurkan untuk diisi dengan doa dan istighfar karena termasuk malam yang mustajab.
Puasa Rajab Berapa Hari Sebaiknya Dilakukan?
Banyak yang bertanya, puasa rajab berapa hari yang dianjurkan? Sebenarnya, tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah hari tertentu yang diwajibkan.
Anda bebas melaksanakannya sesuai kemampuan. Beberapa ulama menganjurkan untuk berpuasa pada hari-hari utama, seperti:
- Satu hari di awal bulan.
- Hari Kamis dan Senin.
- Tiga hari pada Ayyamul Bidh (pertengahan bulan).
Penting dicatat: Sebagian ulama memakruhkan puasa satu bulan penuh di bulan Rajab karena dianggap menyerupai puasa wajib Ramadhan.
Sebaiknya, lakukanlah secara selang-seling atau mengambil hari-hari tertentu saja agar tetap mendapatkan keutamaan sunnah tanpa memberatkan diri.anpa memberatkan diri.
Niat Puasa Rajab
Untuk melaksanakan puasa ini, Anda perlu melafalkan niat. Niat bisa diucapkan dalam hati pada malam hari sebelum subuh.
Berikut adalah lafal niat puasa rajab:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:“Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala.”
Jika Anda lupa berniat di malam hari, Anda boleh berniat di pagi hari (selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa) dengan lafal:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:“Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”
Bolehkah Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul, terutama bagi kaum wanita. Jawabannya adalah Boleh.
Menurut mazhab Syafi’i, menggabungkan puasa sunnah dengan puasa wajib (qadha) adalah sah dan pahalanya berlipat ganda.
Namun, ada trik khususnya. Niat yang dilafalkan haruslah niat untuk Qadha Ramadhan (karena hukumnya wajib), sedangkan pahala puasa Rajab akan otomatis mengikuti karena dilakukan di bulan tersebut.
Berikut lafal niat puasa rajab sekaligus qadha ramadhan:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Dengan niat ini, utang puasa Anda lunas, dan Anda pun mendapatkan keutamaan berpuasa di bulan haram.
Keutamaan Puasa Rajab
Mengapa bulan ini begitu istimewa? Rajab disebut sebagai “bulan menanam”. Berikut adalah beberapa keutamaan puasa rajab:
1. Bulan Haram yang Dimuliakan
Allah SWT memuliakan empat bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Amal ibadah di bulan ini, termasuk puasa, memiliki bobot pahala yang lebih besar dibandingkan bulan biasa.
2. Persiapan Menuju Ramadhan
Ada sebuah pepatah ulama yang indah:
“Rajab adalah bulan menanam benih, Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan Ramadhan adalah bulan memanen hasil.”
Berpuasa di bulan Rajab melatih fisik dan mental kita agar tidak “kaget” saat memasuki bulan Ramadhan nanti.
3. Pintu Doa yang Terbuka
Banyak riwayat menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Memanfaatkan momen Rajab untuk berdoa adalah langkah cerdas bagi seorang Muslim.
Doa Buka Puasa Rajab
Saat waktu berbuka tiba, Anda bisa membaca doa berbuka puasa seperti biasa.
Selain itu, ada doa khusus yang sering dipanjatkan selama bulan Rajab untuk memohon keberkahan hingga sampai ke bulan Ramadhan:
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.
Artinya:“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Fakta Menarik: Sungai Rajab di Surga
Sebagai penutup dan motivasi, ada sebuah ilustrasi menarik tentang ganjaran puasa ini.
Diriwayatkan bahwa di Surga terdapat sebuah sungai yang bernama “Rajab”. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih dingin dari salju.
Dikatakan bahwa hanya mereka yang rajin berpuasa di bulan Rajab yang kelak diperkenankan meminum air dari sungai istimewa tersebut. Sebuah motivasi spiritual yang indah, bukan?
Siap Menyambut Rajab?
Dengan 1 Rajab 1447 H yang jatuh pada 21 Desember 2025, sekarang adalah saat yang tepat untuk mempersiapkan fisik dan niat. Tidak perlu memaksakan diri berpuasa sebulan penuh; mulailah dengan beberapa hari semampu Anda atau gabungkan dengan qadha Ramadan agar “sekali dayung, dua pulau terlampaui”.
Ingin memulai puasa pertama Anda di hari Minggu besok? Jangan lupa pasang alarm sahur dan niatkan dari malam ini!
