Mencari game Assassin’s Creed terbaik untuk dimainkan sekarang? Delapan judul di bawah menawarkan kombinasi paling kuat antara cerita, dunia sejarah, stealth, parkour, dan eksplorasi. Pilihan ini mencakup era klasik Ezio, petualangan bajak laut, hingga seri modern dengan dunia yang lebih besar.
Franchise Assassin’s Creed sudah membawa pemain melintasi banyak periode sejarah. Kamu bisa menjelajahi Italia Renaissance, Roma, Karibia era bajak laut, Mesir Kuno, Yunani Kuno, Baghdad, sampai Jepang feodal.
Setiap game punya identitas yang berbeda. Ada yang fokus pada aksi stealth dan misi pembunuhan, sementara yang lain memberi ruang lebih besar untuk RPG, pertarungan, serta eksplorasi dunia terbuka.
Karena itu, “yang terbaik” tidak selalu berarti satu game cocok untuk semua orang. Penggemar cerita karakter biasanya akan menyukai Ezio, sedangkan pemain yang suka laut bebas mungkin langsung jatuh cinta pada Edward Kenway.
Artikel ini merangkum delapan game Assassin’s Creed terbaik yang layak masuk daftar main. Urutannya mempertimbangkan kualitas cerita, desain dunia, mekanik gameplay, pengaruhnya bagi seri, serta penerimaan pemain dan kritikus.
Daftar 8 Game Assassin’s Creed Terbaik
| Peringkat | Game | Tahun rilis | Setting utama | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Assassin’s Creed II | 2009 | Italia Renaissance | Penggemar cerita klasik |
| 2 | Assassin’s Creed IV: Black Flag | 2013 | Karibia era bajak laut | Pecinta eksplorasi laut |
| 3 | Assassin’s Creed Brotherhood | 2010 | Roma | Pemain yang suka membangun Brotherhood |
| 4 | Assassin’s Creed Origins | 2017 | Mesir Ptolemaik | Penggemar RPG dan sejarah kuno |
| 5 | Assassin’s Creed Odyssey | 2018 | Yunani Kuno | Pemain yang suka dunia sangat luas |
| 6 | Assassin’s Creed Mirage | 2023 | Baghdad abad ke-9 | Penggemar stealth klasik |
| 7 | Assassin’s Creed Shadows | 2025 | Jepang era Sengoku | Pemain yang ingin stealth dan samurai |
| 8 | Assassin’s Creed Revelations | 2011 | Konstantinopel | Penggemar kisah Ezio dan Altaïr |
1. Assassin’s Creed II — Standar Emas Seri Assassin’s Creed
Kenapa wajib dimainkan
Assassin’s Creed II masih menjadi salah satu game Assassin’s Creed terbaik karena berhasil mengubah seri ini dari konsep menarik menjadi franchise besar. Game ini mengikuti Ezio Auditore da Firenze di Italia Renaissance pada 1476–1499.
Ezio memulai kisahnya sebagai pemuda bangsawan yang hidup santai. Tragedi keluarga kemudian memaksanya masuk ke konflik Assassins dan Templars.
Perjalanan itu membuat perkembangan karakter Ezio terasa kuat. Kamu tidak hanya melihat seorang pembunuh bayaran, tetapi juga sosok yang tumbuh dari rasa marah menuju pemahaman yang lebih dewasa.
Hal yang paling menonjol
- Kota seperti Florence, Venice, Monteriggioni, San Gimignano, dan Forlì membentuk dunia yang padat untuk dipanjat dan dieksplorasi.
- Game ini memadukan parkour, combat, stealth, ekonomi, serta upgrade perlengkapan dalam formula yang sangat berpengaruh.
- Kehadiran tokoh seperti Leonardo da Vinci membuat unsur sejarah terasa menyatu dengan cerita fiksi.
Assassin’s Creed II mendapat pujian luas untuk narasi, karakter, desain dunia, dan peningkatan besar dibanding game pertama. Game ini juga menjual lebih dari 9 juta kopi dalam enam bulan pertama.

2. Assassin’s Creed IV: Black Flag — Petualangan Bajak Laut Paling Ikonik
Kenapa wajib dimainkan
Kalau kamu ingin menjadi bajak laut di dunia terbuka, Assassin’s Creed IV: Black Flag adalah pilihan utama. Game ini membawa pemain ke Hindia Barat pada masa Golden Age of Piracy, tepatnya 1715–1722.
Kamu berperan sebagai Edward Kenway, seorang privateer asal Wales yang mengejar kekayaan dan kebebasan. Ia kemudian terseret ke konflik besar antara Assassin dan Templar.
Daya tarik utama game ini ada pada kapal Jackdaw. Kamu bisa berlayar, menyerang kapal musuh, merebut kapal dagang, memburu paus, menyelam ke bangkai kapal, dan menyanyikan shanty bersama kru.
Hal yang paling menonjol
- Dunia Karibia mencakup Havana, Nassau, Kingston, pulau-pulau kecil, benteng, dan bangkai kapal bawah laut.
- Naval combat menjadi pusat pengalaman, bukan sekadar fitur tambahan.
- Edward menjadi protagonis yang berbeda karena ia tidak memulai cerita sebagai Assassin.
Kritikus memuji dunia terbuka, pertarungan laut, side quest, karakter, grafis, serta atmosfer bajak lautnya. Game ini telah terjual lebih dari 11 juta kopi pada 2014.
Edward Kenway dan atmosfer Karibia dalam Assassin’s Creed IV: Black Flag45
Versi modern: Black Flag Resynced
Ubisoft merilis Assassin’s Creed Black Flag Resynced pada 9 Juli 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC. Remake ini dibangun ulang memakai versi terbaru Anvil Engine.
Versi ini membawa ray tracing, sistem cuaca dinamis, eksplorasi dunia yang lebih mulus, mekanik parry baru, opsi crouch yang lebih fleksibel, serta konten cerita tambahan.
3. Assassin’s Creed Brotherhood — Ezio di Puncak Kariernya
Kenapa wajib dimainkan
Assassin’s Creed Brotherhood melanjutkan kisah Ezio setelah Assassin’s Creed II. Kali ini, Ezio pergi ke Roma untuk melawan keluarga Borgia dan membangun kembali Brotherhood di Italia.
Setting cerita berlangsung pada periode 1500–1507. Roma menjadi pusat permainan yang lebih terintegrasi dibanding struktur kota terpisah pada game sebelumnya.
Game ini terasa seperti evolusi langsung dari Assassin’s Creed II. Ubisoft mempertahankan fondasi yang kuat, lalu memperluas hampir semua bagiannya.
Hal yang paling menonjol
- Kamu bisa merekrut warga Roma menjadi Assassin, melatih mereka, dan memanggil mereka untuk membantu di lapangan.
- Sistem renovasi kota memberi tujuan jangka panjang saat kamu membebaskan distrik dari pengaruh Borgia.
- Combat terasa lebih ofensif lewat execution streak dan musuh yang lebih agresif.
Brotherhood mendapat pujian untuk setting, gameplay yang lebih matang, konten baru, dan sistem Assassin recruits. Game ini juga mengirimkan 7,2 juta unit pada Mei 2011.

4. Assassin’s Creed Origins — Kebangkitan Besar di Mesir Kuno
Kenapa wajib dimainkan
Assassin’s Creed Origins menandai perubahan besar dalam arah Assassin’s Creed. Ubisoft mengubah formula lama menjadi action RPG dengan sistem pertarungan berbasis hitbox, level, loot, quest, dan skill tree.
Game ini membawa kamu ke Mesir pada era Cleopatra. Kamu bermain sebagai Bayek of Siwa, seorang Medjay yang bersama Aya mencari keadilan setelah kehilangan putra mereka.
Kisah Bayek juga penting bagi lore seri. Ceritanya mengarah pada lahirnya organisasi yang kemudian menjadi Assassin Brotherhood.
Hal yang paling menonjol
- Dunia Mesir mencakup gurun, oasis, sungai, dan kota seperti Alexandria serta Memphis.
- Bayek dapat menjelajah dengan kuda, unta, kereta, atau perahu.
- Aktivitas sampingan meliputi makam, piramida, arena gladiator, balapan kereta, dan puzzle lingkaran batu.
Ubisoft mengembangkan Origins selama empat tahun dengan dukungan tim besar lintas studio. Tim juga berkonsultasi dengan Egyptologist dan sejarawan untuk memperkuat representasi setting Mesir.
5. Assassin’s Creed Odyssey — Dunia Yunani Kuno yang Sangat Luas
Kenapa wajib dimainkan
Assassin’s Creed Odyssey cocok untuk kamu yang suka game panjang, pilihan dialog, build karakter, dan eksplorasi luas. Game ini mengambil setting Yunani Kuno saat Perang Peloponnesos pada 431–422 SM.
Kamu dapat memilih Kassandra atau Alexios sebagai protagonis. Keduanya adalah mercenary Sparta yang terlibat dalam konflik antara Athena, Sparta, dan Cult of Kosmos.
Game ini memperbesar elemen RPG dari Origins. Kamu bisa memilih dialog, menentukan pendekatan quest, memilih perlengkapan, dan mengembangkan kemampuan lewat skill tree.
Hal yang paling menonjol
- Kamu dapat menjelajah Yunani dengan berjalan kaki, berkuda, atau berlayar.
- Mode Exploration memberi petunjuk tanpa langsung menunjukkan lokasi target di peta.
- Sistem regional memungkinkan pemain melemahkan wilayah melalui sabotase, pembunuhan pemimpin, atau penghancuran persediaan perang.
- Naval combat kembali berperan penting dalam eksplorasi dan pertempuran.
Odyssey mendapat tanggapan positif untuk gameplay, grafis, karakter, elemen RPG, dan desain dunia. Namun, beberapa kritik menyoroti skala game yang terlalu ambisius, pacing, dan microtransactions.

6. Assassin’s Creed Mirage — Kembali ke Akar Stealth
Kenapa wajib dimainkan
Setelah era RPG yang sangat besar, Assassin’s Creed Mirage mengembalikan fokus seri ke stealth, parkour, penyelidikan, dan pembunuhan target. Game ini menempatkan Basim di Baghdad abad ke-9.
Skala game ini jauh lebih ringkas daripada tiga RPG besar sebelumnya. Struktur itu membuat pengalaman terasa lebih fokus dan tidak terlalu dipenuhi aktivitas repetitif.
Basim memulai cerita sebagai pencuri sebelum masuk ke Hidden Ones. Fokus cerita berada pada perjalanan Basim menjadi Assassin, bukan pada perburuan loot tanpa akhir.
Hal yang paling menonjol
- Baghdad menjadi pusat dunia permainan, sehingga aktivitas rooftop dan social stealth kembali terasa penting.
- Sistem investigasi membantu pemain melacak anggota Order secara lebih terarah.
- Combat sengaja tidak membuat Basim terasa seperti petarung super kuat.
Kritikus banyak memuji desain dunia, fokus stealth, dan pendekatan “return to form” yang dibawa Mirage.
7. Assassin’s Creed Shadows — Stealth Shinobi dan Aksi Samurai
Kenapa wajib dimainkan
Assassin’s Creed Shadows menghadirkan Jepang feodal, salah satu setting yang paling lama diminta penggemar. Game ini rilis pada 20 Maret 2025 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Windows, dan macOS.
Cerita berlangsung pada akhir periode Sengoku, mulai tahun 1579. Kamu mengendalikan dua protagonis: Fujibayashi Naoe, seorang shinobi, dan Yasuke, samurai yang terinspirasi dari tokoh sejarah.
Dua karakter ini memberi dua gaya bermain yang jelas. Naoe unggul dalam stealth, mobilitas, dan infiltrasi; Yasuke unggul dalam pertarungan terbuka.
Hal yang paling menonjol
- Sistem musim memengaruhi gameplay, misalnya air dangkal yang dapat membeku saat musim dingin.
- Naoe dapat bersembunyi di bayangan dan menghancurkan sumber cahaya untuk memperkuat stealth.
- Misi tidak selalu menampilkan lokasi target secara langsung; pemain memakai petunjuk dan scout untuk mencari sasaran.
- Pemain dapat memilih senjata seperti katana, naginata, kusarigama, yumi, kunai, shuriken, hingga teppō.
Pendekatan dua protagonis membuat Shadows berusaha mempertemukan dua sisi utama Assassin’s Creed: infiltrasi senyap dan aksi frontal.

8. Assassin’s Creed Revelations — Penutup Penting Saga Ezio
Kenapa wajib dimainkan
Assassin’s Creed Revelations menutup perjalanan Ezio Auditore sebagai protagonis utama trilogi. Dalam game ini, Ezio yang lebih tua pergi ke Konstantinopel untuk mencari lima kunci yang membuka perpustakaan Altaïr di Masyaf.
Cerita berlangsung pada 1511–1512. Game ini juga memberi pemain kesempatan melihat kisah Altaïr melalui sejumlah misi flashback.
Nilai utama Revelations ada pada bobot emosionalnya. Game ini menghubungkan tiga karakter penting dalam sejarah franchise: Altaïr, Ezio, dan Desmond.
Hal yang paling menonjol
- Hookblade mempercepat mobilitas Ezio dan memberi akses ke zipline di Konstantinopel.
- Sistem bom memberi opsi untuk menciptakan jebakan, distraksi, atau efek mematikan.
- Cerita memberi penutupan yang kuat untuk perjalanan Ezio, bukan hanya menambah misi baru.
Revelations mendapat pujian atas desain dunia dan narasinya, meski beberapa ulasan menilai formula gameplay mulai terasa terlalu familiar pada 2011.
Pilih Game Assassin’s Creed Sesuai Selera
| Kalau kamu suka… | Game yang paling cocok |
|---|---|
| Cerita karakter yang kuat | Assassin’s Creed II |
| Petualangan laut dan bajak laut | Assassin’s Creed IV: Black Flag |
| Membangun tim Assassin | Assassin’s Creed Brotherhood |
| Mesir Kuno dan action RPG | Assassin’s Creed Origins |
| Dunia besar serta pilihan RPG | Assassin’s Creed Odyssey |
| Stealth klasik yang ringkas | Assassin’s Creed Mirage |
| Jepang feodal dan dua gaya bermain | Assassin’s Creed Shadows |
| Penutup cerita Ezio | Assassin’s Creed Revelations |
Kesimpulan
Delapan game Assassin’s Creed terbaik ini menunjukkan perubahan besar yang dialami franchise Ubisoft. Assassin’s Creed II tetap menjadi titik awal terbaik untuk menikmati fondasi cerita, parkour, dan konflik Assassin–Templar.
Namun, Black Flag layak dipilih jika kamu ingin petualangan paling bebas dan atmosfer paling unik. Sementara itu, Origins dan Odyssey menjadi opsi tepat untuk pemain yang lebih suka action RPG dengan dunia luas.
Jika kamu rindu gameplay Assassin’s Creed yang lebih klasik, langsung mainkan Mirage. Kalau kamu ingin pengalaman modern dengan perpaduan stealth shinobi dan kekuatan samurai, Shadows menjadi pilihan paling relevan saat ini.


















