Pernahkah Anda melihat unggahan foto bayi lucu di media sosial dengan keterangan “Masyaallah Tabarakallah”? Atau mungkin Anda mendengarnya langsung saat seseorang memuji pencapaian teman? Ungkapan ini begitu sering kita jumpai dalam percakapan sehari-hari, baik lisan maupun tulisan.
Ungkapan “Masyaallah Tabarakallah” adalah cara seorang Muslim mengungkapkan kekaguman sambil mengembalikan segala pujian kepada Allah SWT. Ini bukan sekadar pujian biasa, melainkan sebuah doa yang sarat makna, pengakuan atas kebesaran Sang Pencipta, dan perisai dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Artikel ini akan mengupas tuntas arti, tulisan Arab, waktu yang tepat untuk mengucapkannya, hingga cara menjawabnya dengan benar. Mari kita selami lebih dalam agar tidak salah dalam penggunaan dan pemaknaannya.
Apa Arti Masyaallah Tabarakallah?
Frasa ini terdiri dari dua bagian yang saling melengkapi, yaitu “Masyaallah” dan “Tabarakallah”. Keduanya bisa diucapkan bersamaan atau terpisah, namun memiliki kekuatan makna yang luar biasa saat digabungkan.
Makna “Masyaallah” (مَا شَاءَ اللهُ)
Secara harfiah, Masyaallah berarti “apa yang Allah kehendaki telah terjadi”. Saat mengucapkan ini, kita mengakui bahwa segala sesuatu yang menakjubkan—baik itu keindahan, prestasi, atau nikmat lainnya—terjadi semata-mata atas kehendak dan kuasa Allah. Ini adalah cara untuk tetap rendah hati dan mengembalikan pujian kepada sumbernya.
Makna “Tabarakallah” (تَبَارَكَ اللهُ)
Tabarakallah memiliki arti “semoga Allah memberkahi” atau “Maha Suci Allah”. Ungkapan ini berfungsi sebagai doa. Ketika melihat sesuatu yang baik, kita tidak hanya memujinya, tetapi juga mendoakan agar hal tersebut dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT.
Makna Gabungan: Pujian dan Doa
Ketika digabungkan, “Masyaallah Tabarakallah” (مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ) menjadi sebuah ungkapan kekaguman yang lengkap . Artinya kurang lebih, “Inilah yang dikehendaki Allah, semoga Allah memberkahimu”. Kita memuji keindahan ciptaan-Nya (Masyaallah) sekaligus mendoakan keberkahan atasnya (Tabarakallah).
Tulisan Arab Masyaallah Tabarakallah
Agar tidak keliru, penting untuk mengetahui tulisan Arab yang benar. Berikut adalah penulisannya dengan harakat:
مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ
Ungkapan ini sering dijadikan kaligrafi indah yang menghiasi rumah-rumah Muslim sebagai pengingat akan kebesaran Allah dan sebagai doa untuk keberkahan hunian.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengucapkannya?
Ungkapan ini sangat fleksibel dan bisa digunakan dalam berbagai situasi positif. Berikut beberapa momen yang tepat untuk mengucapkannya:
- Saat melihat sesuatu yang indah dan menakjubkan, seperti pemandangan alam, karya seni, atau ciptaan Allah lainnya yang memukau.
- Ketika melihat atau mendengar keberhasilan orang lain, misalnya teman yang baru lulus, menikah, atau mendapat pekerjaan.
- Saat melihat kelebihan pada diri sendiri, keluarga, atau harta, untuk mencegah timbulnya rasa sombong dan sebagai pengingat bahwa semua itu adalah titipan Allah.
- Ketika melihat anak-anak yang lucu dan menggemaskan, terutama di media sosial, sebagai doa dan perlindungan untuk mereka.
- Sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang diterima, selain mengucapkan “Alhamdulillah”.
Mengapa Penting Mengucapkan “Masyaallah Tabarakallah”?
Selain sebagai adab dalam memuji, ucapan ini memiliki beberapa fungsi spiritual yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.
1. Melindungi dari Penyakit ‘Ain (Mata Jahat)
Salah satu keutamaan terbesar dari ucapan ini adalah sebagai pelindung dari penyakit ‘ain. ‘Ain adalah dampak buruk yang timbul dari pandangan mata yang disertai rasa iri, dengki, atau bahkan kekaguman berlebihan tanpa mengingat Allah.
Penyakit ‘ain bisa menimpa siapa saja—orang dewasa, anak-anak, bahkan benda mati—dan dapat menyebabkan sakit atau kemalangan tanpa sebab medis yang jelas. Dengan mengucapkan “Masyaallah Tabarakallah”, kita membentengi apa yang kita puji dari potensi bahaya ‘ain.
2. Mencegah Sifat Iri dan Sombong
Bagi yang melihat, ucapan ini membantu membersihkan hati dari rasa iri dan dengki. Kita diajak untuk ikut berbahagia atas nikmat orang lain dan mengakui bahwa rezeki datangnya dari Allah.
Bagi yang dipuji, ucapan ini menjadi pengingat untuk tidak sombong atau takabur. Pujian tersebut pada hakikatnya ditujukan kepada Allah yang telah menganugerahkan kelebihan itu.
3. Mengharapkan Keberkahan
Kata “Tabarakallah” secara eksplisit adalah doa agar Allah melimpahkan berkah (kebaikan yang terus bertambah) pada apa yang kita lihat atau puji . Ini menunjukkan niat baik kita kepada orang lain.
Bagaimana Cara Menjawab Ucapan “Masyaallah Tabarakallah”?
Meskipun tidak ada dalil khusus yang mewajibkan jawaban tertentu, membalas doa dengan doa adalah sebuah kebaikan. Jika seseorang mengucapkan “Masyaallah Tabarakallah” kepada Anda, berikut beberapa respons baik yang bisa diberikan:
- Jazakallah Khair / Jazakillah Khair (جَزَاكَ/جَزَاكِ ٱللَّهُ خَيْرًا)
Artinya, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.” Ini adalah ucapan terima kasih sekaligus doa untuk orang yang telah memuji Anda. Gunakan Jazakallah untuk laki-laki dan Jazakillah untuk perempuan. - Barakallahu Fiik (بَارَكَ اللهُ فِيْك)
Artinya, “Semoga Allah juga memberkahimu.” Jawaban ini sangat relevan karena langsung membalas doa keberkahan yang terkandung dalam “Tabarakallah”. Anda juga bisa menjawab dengan Wa Fiika Barakallah. - Alhamdulillah (ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ)
Artinya, “Segala puji bagi Allah.” Ini adalah cara sederhana untuk menunjukkan rasa syukur atas pujian dan nikmat yang diterima. - Berdoa untuk Diri Sendiri
Untuk menjaga hati dari sifat ujub (bangga diri), Anda bisa meneladani doa yang dipanjatkan sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika dipuji:
Allahumma laa tu’aakhidzniy bimaa yaquuluun, waghfirliy maa laa ya’lamuun, waj’alniy khoirom mimmaa yazhunnuun.
“Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku karena apa yang mereka katakan, ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka kira.”
Kesimpulan
“Masyaallah Tabarakallah” adalah ungkapan yang jauh lebih dari sekadar pujian. Ia adalah dzikir, doa, dan adab luhur yang mengajarkan kita untuk selalu menghubungkan segala keindahan dan kebaikan dengan Allah SWT.
Dengan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya menyebarkan doa kebaikan, tetapi juga menjaga hati kita dari kesombongan dan melindungi sesama dari dampak buruk pandangan mata. Jadi, jangan ragu untuk mengucapkannya saat Anda merasa takjub akan sesuatu, karena di dalamnya terkandung keberkahan yang melimpah.
