Malam yang sunyi sering menjadi waktu terbaik untuk berhenti sejenak dari kesibukan. Saat banyak orang terlelap, seorang Muslim dapat bangun untuk menunaikan sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah.
Tahajud termasuk sholat sunnah malam yang sangat dianjurkan. Ibadah ini dilakukan setelah sholat Isya dan, menurut pendapat mayoritas ulama, setelah tidur walaupun hanya sebentar.
Sholat tahajud dapat dikerjakan minimal dua rakaat. Tidak ada batas maksimal rakaat yang tegas, tetapi pelaksanaannya dilakukan dua rakaat satu salam.
Setelah tahajud, Anda dapat menutup sholat malam dengan witir. Sholat witir dikerjakan dalam jumlah rakaat ganjil, mulai satu hingga sebelas rakaat.
Tidak ada surat wajib khusus dalam tahajud. Anda bisa membaca surat apa pun yang sudah dikuasai setelah Al-Fatihah.
Yang paling penting, lakukan dengan niat yang benar, tenang, dan konsisten sesuai kemampuan.
Apa Itu Sholat Tahajud?
Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah bangun tidur. Karena itu, sholat malam yang dilakukan tanpa tidur sebelumnya sering disebut qiyamul lail, meski dalam sebagian pendapat tetap dapat disebut tahajud.
Waktu tahajud dimulai setelah sholat Isya dan berlangsung sampai terbit fajar. Banyak ulama menganjurkan pelaksanaannya pada akhir malam, terutama sepertiga malam terakhir.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 79:
“Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Niat Sholat Tahajud
Niat utama berada di dalam hati saat takbiratul ihram. Melafalkan niat sebelum sholat bersifat sunnah dalam tradisi fikih yang banyak dipraktikkan di Indonesia.
Berikut bacaan niat sholat tahajud dua rakaat:
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku menyengaja sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat
Tata cara sholat tahajud sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Bedanya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.
Rakaat Pertama
- Berniat sholat tahajud di dalam hati.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah jika mampu.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surat Al-Qur’an.
- Rukuk dan membaca tasbih.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
Rakaat Kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surat Al-Qur’an.
- Rukuk, i’tidal, dan dua kali sujud.
- Duduk tasyahud akhir.
- Membaca shalawat Nabi.
- Salam.
Jika ingin menambah rakaat, ulangi lagi dua rakaat satu salam. Tahajud bisa dilakukan dua, empat, enam, atau lebih rakaat sesuai kemampuan.
Sholat Tahajud Berapa Rakaat?
Tahajud minimal dikerjakan dua rakaat. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam.
| Jumlah rakaat | Cara pelaksanaan |
|---|---|
| 2 rakaat | 1 kali salam |
| 4 rakaat | 2 rakaat + salam, lalu 2 rakaat + salam |
| 6 rakaat | 3 kali sholat, masing-masing 2 rakaat |
| 8 rakaat | 4 kali sholat, masing-masing 2 rakaat |
Jangan memaksakan jumlah rakaat. Dua rakaat yang dilakukan rutin dan khusyuk lebih baik daripada banyak rakaat tetapi sulit dijaga.
Tata Cara Sholat Witir Setelah Tahajud
Witir menjadi penutup sholat malam. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menjadikan witir sebagai sholat terakhir pada malam hari.
Waktu witir dimulai setelah Isya hingga sebelum Subuh. Jika Anda yakin dapat bangun malam, akhirkan witir setelah tahajud. Jika khawatir tidak bangun, kerjakan witir sebelum tidur.
Niat Sholat Witir 1 Rakaat
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallî sunnatal witri rak‘atan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Witir 1 Rakaat
- Niat di dalam hati.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surat pilihan.
- Rukuk, i’tidal, serta dua kali sujud.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
Anda juga dapat mengerjakan witir tiga rakaat. Dalam praktik fikih Syafi’i, witir tiga rakaat dapat dilakukan dengan dua rakaat salam, lalu ditutup satu rakaat.
Dzikir Setelah Sholat Witir
Dzikir yang kuat dasar riwayatnya setelah salam witir ialah membaca berikut sebanyak tiga kali:
Arab:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Latin:
Subhānal malikil quddūs.
Artinya:
“Maha Suci Allah, Raja Yang Mahasuci.”
Pada bacaan ketiga, dianjurkan memanjangkan atau mengeraskan suara.
Anda juga dapat menambahkan:
Arab:
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Latin:
Rabbil malā’ikati war rūh.
Artinya:
“Tuhan para malaikat dan Ruh (Jibril).”
Doa Setelah Sholat Tahajud
Salah satu doa yang populer dibaca setelah tahajud berasal dari riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Doa ini berisi pujian kepada Allah, pengakuan iman, penyerahan diri, serta permohonan ampun.
Arab:
اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ.
اَللّٰهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ.
Latin:
Allāhumma lakal hamdu, anta qayyimus samāwāti wal ardhi wa man fīhinna. Wa lakal hamdu anta malikus samāwāti wal ardhi wa man fīhinna. Wa lakal hamdu anta nūrus samāwāti wal ardhi wa man fīhinna.
Allāhumma laka aslamtu, wa bika āmantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khāshamtu, wa ilaika hākamtu. Faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihi minnī. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, lā ilāha illā anta, wa lā haula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya singkat:
“Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau penegak, penguasa, dan cahaya langit serta bumi. Kepada-Mu aku berserah, beriman, bertawakal, dan kembali. Ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu, yang akan datang, yang tersembunyi, dan yang tampak.”
Keutamaan Sholat Tahajud dan Witir
Tahajud dan witir sama-sama memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah malam.
| Amalan | Keutamaan utama |
|---|---|
| Tahajud | Menjadi sarana mendekat kepada Allah dan meraih kedudukan terpuji. |
| Tahajud | Termasuk sholat sunnah paling utama setelah sholat fardu. |
| Tahajud | Menjadi waktu terbaik untuk berdoa, meminta, dan beristighfar. |
| Witir | Menjadi penutup sholat malam yang dianjurkan Nabi SAW. |
| Witir | Dikerjakan dalam rakaat ganjil dan sangat dianjurkan. |
| Witir | Disebut lebih berharga daripada unta merah, simbol harta berharga pada masa Arab dahulu. |
Tips Agar Konsisten Tahajud
Mulai dengan target sederhana agar tahajud tidak terasa berat.
- Tidur lebih awal dan kurangi penggunaan ponsel sebelum tidur.
- Pasang alarm 20–30 menit sebelum Subuh.
- Mulai dari dua rakaat tahajud dan satu rakaat witir.
- Siapkan wudhu serta perlengkapan sholat sebelum tidur.
- Berdoa dengan bahasa yang dipahami setelah sholat.
- Jangan berhenti hanya karena sesekali terlambat bangun.
Penutup
Sholat tahajud adalah ibadah malam yang dilakukan setelah tidur dan setelah Isya. Anda bisa memulainya dengan dua rakaat, lalu menutupnya dengan sholat witir satu rakaat atau jumlah ganjil lainnya.
Tidak perlu menunggu kondisi sempurna untuk memulai. Bangun, berwudhu, lalu sholat dua rakaat dengan hati yang tulus. Jadikan tahajud sebagai ruang pribadi untuk memperbaiki diri, bersyukur, dan memohon segala kebaikan dunia serta akhirat.
