Memasuki bulan Juni 2026, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertanya-tanya mengenai status pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kabar baiknya, Juni adalah bulan terakhir untuk penyaluran bansos tahap kedua tahun ini, dan Anda bisa mengecek statusnya dengan sangat mudah hanya bermodalkan NIK KTP dari rumah.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat proses penyaluran agar bantuan dapat diterima tepat waktu oleh mereka yang berhak. Namun, perlu diingat bahwa pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk secara rutin memeriksa status kepesertaan Anda. Mari kita bahas tuntas cara mengeceknya, jadwal, hingga rincian nominal yang akan diterima pada periode ini.
Jadwal Pencairan Bansos PKH & BPNT Juni 2026
Pemerintah menyalurkan dana bansos PKH dan BPNT dengan skema triwulan atau per tiga bulan. Bulan Juni 2026 termasuk dalam periode penyaluran Tahap 2.
Berikut adalah jadwal lengkap penyaluran bansos untuk tahun 2026:
- Tahap 1: Januari, Februari, Maret
- Tahap 2: April, Mei, Juni (periode saat ini)
- Tahap 3: Juli, Agustus, September
- Tahap 4: Oktober, November, Desember
Tidak ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk pencairan setiap bulannya. Dana bisa cair kapan saja, mulai dari minggu pertama hingga minggu terakhir. Karena itu, KPM diimbau untuk aktif memeriksa statusnya secara berkala.
Cara Cek Status Penerima Bansos Juni 2026

Pengecekan status penerima bansos kini tidak perlu repot. Anda bisa melakukannya secara online melalui situs web resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos menggunakan HP Anda.
1. Melalui Website Resmi Kemensos
Ini adalah cara paling cepat dan mudah untuk mengetahui status Anda. Cukup siapkan NIK KTP Anda dan ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka laman resmi Cek Bansos di https://cekbansos.kemensos.go.id/.
- Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP Anda.
- Ketikkan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar. Jika tidak jelas, klik ikon refresh untuk mendapatkan kode baru.
- Klik tombol “CARI DATA”.
Sistem akan langsung menampilkan hasilnya. Jika Anda terdaftar, akan muncul tabel berisi identitas Anda, jenis bansos yang diterima (PKH, BPNT, dll.), dan status proses pencairannya.
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui situs web, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi yang bisa diunduh di Play Store atau App Store.
Berikut panduannya :
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos.
- Jika belum punya akun, pilih “Buat Akun Baru” dan lengkapi data diri seperti NIK, nomor KK, dan unggah swafoto dengan KTP.
- Setelah akun terverifikasi, login ke aplikasi.
- Masuk ke menu “Cek Bansos” atau “Profil” untuk melihat status kepesertaan Anda dan keluarga.
Kenapa Data Penerima Bisa Berubah?
Mungkin Anda bertanya, kenapa status penerima bansos perlu dicek secara berkala? Jawabannya adalah karena data penerima bersifat dinamis dan terus diperbarui.
Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penyaluran bansos . Data ini diperbarui setiap tiga bulan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sebagai contoh, pada penyaluran triwulan II 2026, pemerintah menetapkan 475.821 KPM baru. Mereka menggantikan penerima lama yang datanya sudah tidak valid, misalnya karena telah dianggap mampu, meninggal dunia, atau terdeteksi sebagai ASN/TNI/Polri. Pembaruan ini memastikan bahwa hanya keluarga dalam kategori desil 1 hingga 4 (40% terbawah) yang menjadi prioritas penerima bantuan.
Berapa Nominal Bantuan yang Diterima?
Besaran dana yang diterima KPM berbeda-beda, tergantung pada jenis bantuan dan kategori dalam program PKH.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Untuk BPNT atau program Kartu Sembako, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Karena pencairannya dirapel per tiga bulan, maka dalam satu kali tahap pencairan, KPM akan menerima total Rp600.000.
Program Keluarga Harapan (PKH)
Nominal bantuan PKH disesuaikan dengan komponen atau kategori yang ada di dalam keluarga penerima. Berikut rinciannya per tahap (per tiga bulan):
- Ibu Hamil/Nifas: Rp750.000
- Anak Usia Dini (0-6 tahun): Rp750.000
- Siswa SD/Sederajat: Rp225.000
- Siswa SMP/Sederajat: Rp375.000
- Siswa SMA/Sederajat: Rp500.000
- Lansia (60+ tahun): Rp600.000
- Penyandang Disabilitas Berat: Rp600.000
- Korban Pelanggaran HAM Berat: Rp2.700.000
Dengan adanya kemudahan pengecekan secara online, pastikan Anda tidak ketinggalan informasi. Segera cek status penerima bansos PKH dan BPNT Anda untuk memastikan bantuan sosial diterima tepat waktu.
