AnjirNewsAnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Kuliner
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Font ResizerAa
Font ResizerAa
AnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
  • Education
  • Health
  • Trending
  • Inside
  • Tekno
Search
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Kuliner
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Follow US
AnjirNews > Blog > Trending > Abu Vulkanik Gunung Krakatau Meluas, Ini Dampak dan Cara Melindungi Diri
Trending

Abu Vulkanik Gunung Krakatau Meluas, Ini Dampak dan Cara Melindungi Diri

Last updated: 6 September 2026 14:18
Ihsan Taufik
Published: 6 September 2026
8 Min Read
Share
abu vulkanik gunung krakatau
SHARE

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada 5–6 September 2026. Erupsi ini mengganggu aktivitas warga dan penerbangan, termasuk di Bandara Soekarno-Hatta.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi mencatat erupsi menerus mulai 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, disertai cahaya merah, lava fountain, suara gemuruh, dan dentuman.

Sebaran abu bergerak mengikuti arah angin. BMKG mengidentifikasi dua klaster abu dengan ketinggian berbeda, yakni hingga 20.000 kaki ke arah timur laut–selatan dan hingga 50.000 kaki ke arah barat daya–barat laut.

Abu vulkanik kemudian terasa di sejumlah wilayah, termasuk pesisir Banten, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tangerang Selatan, Sukabumi, Bandung, hingga sebagian Jakarta.

Partikel abu dapat mengganggu pernapasan, membuat mata perih, dan menempel pada kulit. Karena itu, warga perlu membatasi aktivitas luar ruangan serta mengikuti informasi resmi pemerintah.

Dampak erupsi juga terasa di sektor penerbangan. Penutupan sementara sejumlah bandara dan pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang serta awak pesawat.

Daftar Isi

Toggle
  • Kronologi Erupsi Gunung Anak Krakatau
    • Apakah Erupsi Ini Berpotensi Menimbulkan Tsunami?
  • Wilayah yang Terdampak Abu Vulkanik
  • Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan
  • Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik
    • 1. Gunakan Masker dan Kacamata
    • 2. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
    • 3. Bersihkan Abu dengan Cara Aman
    • 4. Waspadai Air dan Makanan
    • 5. Berkendara dengan Hati-Hati
  • Dampak Erupsi terhadap Penerbangan
    • Bandara yang Mengalami Penutupan Sementara
  • Penanganan Pemerintah di Wilayah Terdampak
  • Tetap Waspada, Ikuti Informasi Resmi

Kronologi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali berlangsung sejak 2 Juli 2026. Sejak saat itu, status gunung berada pada Level III atau Siaga.

Pada 4–5 September, erupsi terjadi berulang kali. Pos pengamatan mencatat aktivitas letusan sejak malam hingga dini hari.

Erupsi menerus mulai terpantau pada 5 September pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut masih berlangsung hingga setidaknya pukul 04.40 WIB pada 6 September, dengan suara gemuruh terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran.

Baca Juga:  Cek Bansos PKH 2025 Lewat HP: Cuma Butuh KTP, Bantuan Langsung Ketahuan!

Badan Geologi menyebut fenomena itu menyerupai lava fountain atau air mancur lava. Erupsi jenis ini menghasilkan aliran lava, lontaran batu pijar, dan abu vulkanik.

abu vulkanik
Sebuah mobil terkena hujan abu Krakatau

Apakah Erupsi Ini Berpotensi Menimbulkan Tsunami?

Badan Geologi menyatakan tubuh Gunung Anak Krakatau yang tumbuh kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Evaluasi sementara tidak menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

BMKG juga melaporkan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda tidak menunjukkan anomali muka air laut hingga pukul 07.00 WIB pada 6 September 2026.

Meski begitu, masyarakat tetap harus mengikuti arahan resmi. Perubahan aktivitas vulkanik dan morfologi gunung terus dipantau secara intensif.

Wilayah yang Terdampak Abu Vulkanik

Sebaran abu berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. BMKG mencatat dua klaster utama pada 6 September 2026.

Ketinggian sebaranArah pergerakanWilayah terdampak
Hingga 20.000 kakiTimur laut–selatanSebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitar
Hingga 50.000 kakiBarat daya–barat lautBanten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia

Data BMKG berasal dari pemantauan PVMBG, VAAC Darwin, dan citra satelit Himawari-9.

Di daratan, warga melaporkan abu menempel pada rumah, kendaraan, jalan, dan fasilitas umum. Sejumlah warga juga mengalami mata perih serta tenggorokan tidak nyaman.

Abu vulkanik bahkan membuat jarak pandang pengendara berkurang. Pemerintah daerah mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat berkendara.

Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Abu vulkanik bukan debu biasa. Material ini terdiri atas pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil.

Partikelnya keras dan tajam. Saat terhirup, abu dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan.

Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Batuk.
  • Tenggorokan kering atau terasa sakit.
  • Hidung berair.
  • Mata perih dan berair.
  • Sesak napas pada kondisi tertentu.
  • Iritasi atau gatal pada kulit.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan gangguan pernapasan perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menteri Kesehatan mengimbau warga menjaga tiga bagian tubuh yang paling rentan, yaitu mata, kulit, dan saluran pernapasan.

Baca Juga:  Viral di Instagram! Begini Cara Bikin Miniatur Action Figure Keren Pakai Google Gemini AI

Jika mengalami gangguan pernapasan, warga dapat mendatangi puskesmas terdekat. Kementerian Kesehatan menyebut fasilitas kesehatan telah menyiapkan oksigen konsentrator, nebulizer, obat tetes mata, dan salep kulit.

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

1. Gunakan Masker dan Kacamata

Pakai masker pelindung, terutama masker bersertifikasi seperti N95, saat harus keluar rumah. Gunakan kacamata untuk melindungi mata dari partikel abu.

Jangan mengucek mata jika terasa perih. Segera bilas mata dengan air bersih.

2. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Tetap berada di dalam ruangan selama hujan abu berlangsung. Tutup pintu, jendela, ventilasi, dan celah masuk udara dari luar.

Jangan menyalakan perangkat yang menarik udara dari luar, seperti AC dengan mode udara luar.

3. Bersihkan Abu dengan Cara Aman

Gunakan kain lembap untuk membersihkan abu di dalam rumah. Hindari menyapu kering atau memakai penyedot debu karena cara tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan.

Basahi sedikit tumpukan abu di luar rumah sebelum menyapu atau menyekopnya. Namun, jangan membasahi abu tebal di atap dengan banyak air karena berat tambahan dapat membebani struktur atap.

4. Waspadai Air dan Makanan

Tutup sumber air terbuka agar tidak tercemar abu. Cuci buah dan sayuran dengan air bersih mengalir sebelum dikonsumsi.

5. Berkendara dengan Hati-Hati

Abu dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin. Hindari berkendara saat hujan abu.

Jika harus bepergian, gunakan helm atau kacamata pelindung, nyalakan lampu kendaraan, kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman.

Dampak Erupsi terhadap Penerbangan

Abu vulkanik sangat berbahaya bagi pesawat. Partikel abu dapat mengikis kaca kokpit, badan pesawat, dan bilah kompresor mesin.

Pada suhu tinggi di dalam mesin jet, material silikat pada abu dapat meleleh. Material tersebut kemudian menempel di bagian mesin dan menurunkan kinerja hingga menyebabkan hilangnya daya dorong.

Karena risiko ini, otoritas menerbitkan SIGMET dan NOTAM untuk memperingatkan maskapai serta menyesuaikan operasional penerbangan.

BMKG menerbitkan 50 SIGMET secara berkala untuk mendukung keselamatan navigasi udara.

Baca Juga:  Kumpulan Kata-Kata Galau Cinta yang Mewakili Perasaanmu (Update 2026)

Bandara yang Mengalami Penutupan Sementara

Empat bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik, yaitu:

  • Bandara Soekarno-Hatta.
  • Bandara Halim Perdanakusuma.
  • Bandara Radin Inten II.
  • Bandara Budiarto.

Bandara Soekarno-Hatta ditutup pada 6 September 2026 pukul 01.30–09.30 WIB. Pada periode tersebut, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dan 22.798 penumpang terkena dampaknya.

Rinciannya mencakup 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Maskapai melakukan pembatalan, penundaan, pengalihan, serta penjadwalan ulang penerbangan. Penumpang perlu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Penanganan Pemerintah di Wilayah Terdampak

Pemerintah Kota Bandar Lampung membuka layanan kesehatan di seluruh puskesmas bagi warga yang mengalami keluhan akibat abu vulkanik.

Petugas juga membagikan masker dan mendata warga yang membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan.

Selain itu, pemerintah menyemprot sejumlah ruas jalan setiap tiga jam. Langkah ini bertujuan membasahi abu agar tidak mudah beterbangan dan mengganggu pengguna jalan.

Sekolah juga diminta membersihkan lingkungan belajar serta mengimbau siswa memakai masker ketika kegiatan belajar tetap berlangsung.

Tetap Waspada, Ikuti Informasi Resmi

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar luas akibat erupsi menerus pada 5–6 September 2026. Sebaran material mencapai sejumlah wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu, dan perairan sekitarnya.

Dampaknya meliputi gangguan kesehatan, penurunan jarak pandang, pencemaran permukaan, serta gangguan penerbangan. Otoritas penerbangan menutup sementara beberapa bandara dan menyesuaikan ratusan jadwal penerbangan demi keselamatan.

Warga sebaiknya memakai masker dan kacamata, membatasi aktivitas luar ruangan, menutup ventilasi rumah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan. Ikuti terus pembaruan dari Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, dan maskapai penerbangan.

Cara Hapus Akun IG Secara Permanen dan Sementara, Lengkap dan Aman
Tak Perlu Antre! Ini Syarat dan Cara Membuat SKCK Online Melalui Aplikasi Polri Presisi
Apa Itu Sigma? Dari Matematika, Bisnis, hingga Jadi Bahasa Gaul Viral
Cek Bansos Kemensos Juli 2025: Nama Kamu Masih Ada? Jangan Sampai Kena Coret!
Google Ulang Tahun ke-27: Dari Garasi ke Raksasa Teknologi, Ini Kisah Lengkapnya!
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article animesail Apa Itu Animesail dan Apakah Aman Digunakan?
Next Article Niat Mandi Wajib Setelah Haid: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya Niat Mandi Wajib Setelah Haid: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Latest News

cara mengembalikan foto yang terhapus permanen di hp
5 Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus Permanen di HP Android & iPhone
Techno
8 September 2026
cek penerima pip
Cara Cek Penerima PIP 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NISN dan NIK
Education
8 September 2026
Niat Mandi Wajib Setelah Haid: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Setelah Haid: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Religi
7 September 2026
animesail
Apa Itu Animesail dan Apakah Aman Digunakan?
Entertainment
5 September 2026
nickname ff girl
750+ Nickname FF Girl Manis, Keren, Imut, Lucu, dan Aesthetic
Entertainment
5 September 2026
cek nisn online
Cara Cek NISN Siswa dan NPSN Sekolah Secara Online melalui Situs Kemendikdasmen
Education
4 September 2026
niat mandi wajib
Niat Mandi Wajib Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Religi
4 September 2026
shalat istisqa
Tata Cara Shalat Istisqa, Niat, Doa, dan Maknanya Saat Kemarau Panjang
Religi
3 September 2026

You Might Also Like

insecure artinya
Trending

Insecure Artinya: Dari Bahasa Gaul Viral Hingga Isu Kesehatan Mental

1 Juli 2025
hari monyet sedunia
Trending

Hari Monyet Sedunia 14 Desember, Dari Lelucon Jadi Gerakan Global

14 Desember 2025
bantuan subsidi upah bsu
Trending

Bantuan Subsidi Upah (BSU) Cair Lagi Oktober 2025? Ini Fakta Resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan

27 Oktober 2025
agartha
Trending

Menyelami Makna “For Agartha” di Balik Mitos dan Tragedi

8 November 2025

anjirnews
Mengungkap fakta menarik dibalik berita.

Tag Cloud

anime arti kata asn ayam ayam hias bahasa gaul bahasa jawa bank bansos bansos sembako bca bgn bi checking bisnis blt blt kesra bpjs kesehatan bpjs ketenagakerjaan bpnt bri bsu bsu guru kemenag cara cek bansos contoh pidato coretax cpns 2026 cuaca dana desil doa dokumen kependudukan dompet digital dtsen fenomena alam free fire gaji games gaya hidup guru hukum instagram islami istilah kata bijak kesehatan kip kjp plus kks klj komik kumpulan kata kur kur bri liburan manga manhwa mcd modal usaha motis motivasi mudik mudik gratis muduk gratis nataru niat nisn otomotif pajak pantun paylater pengertian peringatan perlinsos pinjol pip pkh pns ponsel pppk prakerja presentasi psikologi puasa resto dan cafe sekolah kedinasan sholat spbu tata negara tekno tiktok tpg transfer ucapan umkm ump unggas virus whatsapp xiaomi

Navigation

  • Education
  • Trending
  • Lifestyle
  • Bansos
  • Dictionary
  • Family
  • Finance
© 2026 AnjirNews
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?