AnjirInside!AnjirInside!AnjirInside!
  • Politik
    • Hukum
    • Birokrasi
    • Desa
  • Ekonomi
    • Dunia Kerja
  • Feeds
    • Kesehatan
    • Relationship
    • Environment
    • Islami
    • Sosial
  • Pendidikan
    • Literasi
  • Tekno
    • Tekno
  • News
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
AnjirInside!AnjirInside!
Font ResizerAa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Feeds
  • Pendidikan
  • Tekno
  • News
Search
  • Politik
    • Hukum
    • Birokrasi
    • Desa
  • Ekonomi
    • Dunia Kerja
  • Feeds
    • Kesehatan
    • Relationship
    • Environment
    • Islami
    • Sosial
  • Pendidikan
    • Literasi
  • Tekno
    • Tekno
  • News
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
AnjirInside! > Blog > Berita > Apa Itu Beras Fortifikasi dan Apa Bedanya dengan Beras Biasa?
Berita

Apa Itu Beras Fortifikasi dan Apa Bedanya dengan Beras Biasa?

Rizky P. Ramadhan
Last updated: 20/09/2026 13:00
Rizky P. Ramadhan
Published: 20/09/2026
8 Min Read
Share
beras fortifikasi adalah
SHARE

Beras fortifikasi sedang ramai dibicarakan. Produk ini hadir sebagai beras dengan tambahan vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Namun, banyak orang masih menganggap beras fortifikasi sama dengan beras biasa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan utama pada proses produksi dan kandungan gizinya.

Secara sederhana, beras fortifikasi adalah beras sosoh yang dicampur dengan kernel beras fortifikan. Kernel ini berbentuk seperti butiran beras, tetapi sudah diperkaya zat gizi tertentu.

Sementara itu, beras biasa hanya mengandalkan kandungan gizi alami dari beras. Kandungannya dapat berbeda berdasarkan jenis beras, proses penggilingan, dan pengolahannya.

Jadi, beras fortifikasi bukan obat atau suplemen. Produk ini tetap termasuk pangan, tetapi memiliki tambahan mikronutrien yang diatur melalui standar tertentu.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Beras Fortifikasi?
  • Kandungan Gizi Beras Fortifikasi
  • Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa
  • Apakah Beras Fortifikasi Lebih Sehat?
  • Mengapa Beras Fortifikasi Perlu Diawasi?
  • Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik dari Peredaran
    • Mengapa Produk Ini Ditarik?
  • Cara Memilih Beras Fortifikasi
    • 1. Periksa label produk
    • 2. Cari standar yang berlaku
    • 3. Jangan hanya melihat klaim pemasaran
    • 4. Bandingkan harga secara wajar
  • Cara Mencuci Beras Fortifikasi
  • Kesimpulan

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi merupakan beras yang mendapat tambahan vitamin dan mineral melalui proses khusus.

Produsen mencampurkan beras sosoh dengan kernel beras fortifikan. Kernel tersebut dibuat menyerupai butiran beras agar dapat tercampur dan dikonsumsi bersama nasi.

Fortifikasi membantu meningkatkan asupan zat gizi mikro melalui makanan pokok. Cara ini tidak mengharuskan masyarakat mengubah kebiasaan makan secara drastis.

Beras dipilih karena lebih dari 90 persen penduduk Indonesia mengonsumsinya. Karena itu, beras bisa menjadi media yang efektif untuk menjangkau banyak orang.

Baca Juga:  Plenger Artinya Apa? Kupas Tuntas Istilah Gaul yang Sedang Viral

Kandungan Gizi Beras Fortifikasi

Berdasarkan SNI 9372:2025, beras fortifikasi harus memenuhi kandungan gizi tertentu dalam setiap 100 gram produk.

Zat giziKetentuan per 100 gram
Vitamin B1Minimal 0,25 mg
Asam folat0,25–0,38 mg
Vitamin B121–1,5 mikrogram
Zat besi3,50–5,25 mg
Seng3–4,5 mg

Setiap zat gizi memiliki fungsi yang berbeda.

  • Vitamin B1 membantu proses metabolisme energi.
  • Asam folat mendukung pembentukan DNA dan pembelahan sel.
  • Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf.
  • Zat besi membantu pembentukan hemoglobin.
  • Seng mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem imun.

Kandungan tersebut memberi nilai tambah pada beras. Namun, beras fortifikasi tetap tidak menggantikan pola makan beragam.

Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa

Perbedaan beras fortifikasi dan beras biasa terlihat dari beberapa aspek berikut.

AspekBeras fortifikasiBeras biasa
Proses produksiDicampur dengan kernel beras fortifikanTidak mendapat tambahan melalui proses fortifikasi
Kandungan giziMemiliki vitamin dan mineral tambahanMengandalkan kandungan alami beras
Standar khususMengacu pada SNI 9372:2025Mengikuti standar beras sesuai kategorinya
TujuanMembantu meningkatkan asupan mikronutrienMenjadi sumber energi dan pangan pokok
HargaBisa lebih mahal karena proses dan klaim tambahanLebih bervariasi sesuai jenis dan kualitas

Beras fortifikasi juga berbeda dari beras biofortifikasi.

Beras biofortifikasi memperoleh peningkatan zat gizi melalui pemuliaan tanaman atau proses agronomis. Sementara itu, beras fortifikasi mendapat tambahan zat gizi setelah beras diproses.

Apakah Beras Fortifikasi Lebih Sehat?

Beras fortifikasi dapat membantu menambah asupan vitamin dan mineral. Manfaat ini terutama relevan bagi masyarakat yang berisiko mengalami kekurangan mikronutrien.

Namun, beras fortifikasi tidak otomatis lebih sehat dalam semua kondisi. Tubuh tetap membutuhkan protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral dari berbagai jenis pangan.

Baca Juga:  Dry Text Artinya Apa? Kenali Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Pola makan sebaiknya tetap mencakup:

  • Nasi atau sumber karbohidrat lain.
  • Ikan, telur, daging, atau kacang-kacangan.
  • Sayur dan buah.
  • Air yang cukup.

Beras biasa juga tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Tidak adanya tambahan fortifikasi tidak berarti beras tersebut tidak layak atau tidak bergizi.

Mengapa Beras Fortifikasi Perlu Diawasi?

Produk dengan label fortifikasi harus memiliki kandungan sesuai klaim pada kemasan.

Pada September 2026, pemerintah menemukan 25 dari 27 merek yang diperiksa diduga tidak memenuhi ketentuan kandungan dan mutu beras fortifikasi.

Masalahnya bukan berarti seluruh beras fortifikasi berbahaya. Pemerintah perlu memastikan bahwa produk yang memakai klaim fortifikasi benar-benar memenuhi standar, keamanan, mutu, dan izin edar.

Pengawasan juga penting karena harga beras fortifikasi bisa jauh lebih tinggi. Beberapa produk bahkan dilaporkan dijual hingga Rp57.000 per kilogram.

Jika kandungan gizinya tidak sesuai, konsumen membayar lebih mahal tanpa memperoleh manfaat yang dijanjikan.

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik dari Peredaran

Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar kandungan dan mutu sesuai label kemasan. Produk tersebut diperintahkan menghentikan produksi dan ditarik dari peredaran. Hingga minggu pertama September 2026, 12 merek telah ditarik, sementara sisanya masih dalam proses penarikan.

beras fortifikasi
Daftar 25 merek feras fortifikasi yang diduga palsu

Berikut daftar 25 merek beras fortifikasi yang ditarik dari peredaran:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet
Baca Juga:  Passion adalah Kekuatan Super, Temukan dan Kejarlah!

Mengapa Produk Ini Ditarik?

Pemerintah menduga produk-produk tersebut tidak memenuhi persyaratan kandungan dan mutu berdasarkan SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan serta SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Temuan utamanya berkaitan dengan ketidaksesuaian antara kandungan gizi dalam produk dan klaim yang tercantum pada label kemasan. Namun, statusnya masih berupa dugaan pelanggaran, bukan putusan pengadilan terhadap setiap merek.

Konsumen sebaiknya memeriksa pengumuman terbaru dari Bapanas, Kementerian Pertanian, dan otoritas keamanan pangan sebelum membeli atau mengonsumsi produk yang tercantum dalam daftar tersebut.

Cara Memilih Beras Fortifikasi

Konsumen bisa memperhatikan beberapa hal sebelum membeli.

1. Periksa label produk

Pastikan kemasan mencantumkan nama produk, kandungan gizi, identitas produsen, dan informasi izin edar.

2. Cari standar yang berlaku

Beras fortifikasi perlu memenuhi ketentuan SNI 9372:2025. Kernel beras fortifikan juga memiliki standar tersendiri melalui SNI 9314:2024.

3. Jangan hanya melihat klaim pemasaran

Tulisan “mengandung vitamin” belum tentu berarti produk tersebut memenuhi standar beras fortifikasi. Periksa informasi nilai gizi dan keterangan resmi pada kemasan.

4. Bandingkan harga secara wajar

Harga tinggi tidak selalu menunjukkan kualitas lebih baik. Beras fortifikasi idealnya memberikan manfaat gizi yang sebanding dengan harga yang dibayar.

Cara Mencuci Beras Fortifikasi

Beras fortifikasi tetap perlu dicuci sebelum dimasak. Namun, proses pencucian sebaiknya tidak terlalu kuat.

Pakar gizi menyarankan konsumen menuangkan air, membolak-balik beras secara perlahan, lalu membuang airnya. Satu kali pencucian sudah cukup.

Hindari meremas atau mencuci berulang kali. Proses tersebut dapat mengurangi vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat.

Mineral seperti zat besi dan seng cenderung lebih stabil selama proses pengolahan.

Kesimpulan

Beras fortifikasi adalah beras sosoh yang dicampur dengan kernel beras fortifikan. Produk ini mengandung tambahan vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng sesuai standar yang berlaku.

Perbedaan utamanya dengan beras biasa terletak pada proses produksi dan kandungan gizi tambahan. Beras biasa mengandalkan kandungan alami beras, sedangkan beras fortifikasi mendapat tambahan mikronutrien.

Beras fortifikasi bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi. Namun, konsumen tetap perlu memilih produk berlabel jelas, memiliki izin edar, dan memenuhi standar.

Yang paling penting, tetap konsumsi makanan beragam. Beras fortifikasi bukan pengganti lauk, sayur, buah, atau pola makan seimbang.

TAGGED:pengertian
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article transfer ovo ke dana Cara Transfer OVO ke DANA dengan Mudah: Kode, Biaya, dan Syaratnya

Latest News

transfer ovo ke dana
Cara Transfer OVO ke DANA dengan Mudah: Kode, Biaya, dan Syaratnya
Tekno
arah kiblat
Cara Menentukan Arah Kiblat dengan Akurat lewat HP, Kompas, dan Matahari
Islami
cek nomor xl
7 Cara Cek Nomor XL Terbaru, Mudah, & Anti Ribet!
Tekno
cek nomor indosat
8 Cara Cek Nomor IM3 Indosat dengan Mudah dan Cepat
Tekno
cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan: Syarat, Cara Online, dan Prosesnya
Dunia Kerja
cek bansos bpnt 2026
Cek Bansos BPNT 2026 dengan NIK KTP, Ini Caranya
Bansos
jargon adalah
Jargon adalah Kosakata Khusus dalam Profesi dan Komunitas, ini Fungsi, dan Contohnya
Kamus
kode gopay bca
Kode GoPay BCA dan Cara Top Up Lewat Semua Channel
Ekonomi

You Might also Like

summa cumlaude adalah
Pendidikan

Summa Cumlaude adalah: Arti, Asal-Usul, dan Kriteria IPK yang Diperlukan

6 Min Read
salary adalah
Dunia Kerja

Pengertian Salary dan Berbagai Istilah yang Berkaitan dengan Gaji

8 Min Read
preposisi adalah
Literasi

Preposisi adalah Kata Depan, Ini Pengertian, Fungsi, dan Contoh Lengkapnya

8 Min Read

anjir inside

Membahas sisi mendalam dari isu-isu populer

Top News

ucapan ulang tahun Islami
30 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Anak, Istri, dan Suami Paling Menyentuh dan Penuh Makna
Islami
nomor ijazah
Mengenal Nomor Ijazah SMA dan SMK: Letak, Cara Cek, dan Fungsinya
Pendidikan

Top Categories

  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Dunia Kerja
  • Sosial
  • Feeds
© 2026 AnjirInside! All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber