Ledakan mengejutkan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025 lalu telah menarik perhatian publik. Insiden tersebut, yang melukai puluhan orang, menjadi sorotan setelah ditemukan replika senjata yang bertuliskan frasa misterius “For Agartha”. Frasa ini, yang juga ditemukan bersama nama-nama teroris dan slogan ekstrem lainnya, memicu pertanyaan tentang apa sebenarnya Agartha dan mengapa frasa ini muncul dalam konteks insiden semacam itu.
Agartha adalah nama sebuah kerajaan legendaris yang konon tersembunyi jauh di dalam perut bumi. Legenda ini sering dikaitkan dengan teori “Bumi Berongga” atau Hollow Earth, yang menyebut planet kita tidak padat, melainkan memiliki ruang kosong di dalamnya. Agartha digambarkan sebagai peradaban utopis yang sangat maju, dihuni oleh makhluk-makhluk bijaksana dengan pengetahuan dan teknologi yang melampaui manusia permukaan.
Kisah tentang dunia bawah tanah yang misterius telah memikat imajinasi manusia selama berabad-abad. Dari mitos kuno di berbagai belahan dunia hingga teori konspirasi modern, gagasan bahwa ada kehidupan lain di bawah kaki kita terus hidup dan berkembang.
Asal-usul Legenda Agartha

Kisah Agartha modern pertama kali muncul di dunia Barat pada abad ke-19, namun akarnya bisa ditelusuri hingga ke mitologi kuno di Timur.
Kemunculan di Dunia Barat
Gagasan tentang Agartha diperkenalkan secara luas oleh seorang okultis Prancis bernama Alexandre Saint-Yves d’Alveydre. Dalam bukunya Mission de l’Inde en Europe (1886), ia mengklaim Agartha adalah dunia nyata yang tersembunyi di bawah Pegunungan Himalaya.
Menurut Saint-Yves, bangsa Agartha adalah peradaban kuno yang pindah ke bawah tanah sekitar 3.200 SM. Ia mengaku dapat berkomunikasi dengan mereka secara telepatik dan menggambarkan masyarakat mereka sebagai dunia yang sempurna dan teratur.
Akar dalam Mitologi Timur
Konsep Agartha memiliki kemiripan yang kuat dengan mitos-mitos dari Asia, terutama dari tradisi Hindu dan Buddha Tibet.
- Shambhala: Dalam ajaran Buddha Tibet, ada legenda tentang kerajaan mistis bernama Shambhala, yang berarti “tempat penuh kedamaian”. Banyak yang percaya Shambhala adalah ibu kota atau bagian dari kerajaan Agartha yang lebih besar.
- Aryavartha: Nama “Agartha” sendiri diyakini berasal dari kata Sansekerta “Aryavartha”. Ini adalah sebutan untuk “tanah orang-orang mulia” dalam kitab suci Hindu dan dianggap sebagai tanah asal ajaran Veda.
Teori Bumi Berongga: Kerangka “Ilmiah” Agartha

Legenda Agartha tidak bisa dilepaskan dari Teori Bumi Berongga (Hollow Earth Theory), sebuah gagasan yang menyebutkan bahwa planet kita memiliki rongga besar di bagian dalamnya.
Gagasan Awal
Teori ini secara mengejutkan pernah diusulkan oleh ilmuwan terkemuka. Pada abad ke-17, astronom Edmond Halley (penemu Komet Halley) berteori bahwa Bumi terdiri dari beberapa lapisan cangkang konsentris dengan ruang hampa di antaranya. Ia bahkan berspekulasi bahwa ruang di dalam Bumi mungkin memiliki atmosfer dan dihuni oleh kehidupan.
Para Pendukung Teori
Pada abad ke-19, seorang perwira Amerika bernama John Cleves Symmes Jr. menjadi pendukung kuat teori ini. Ia percaya ada lubang besar di Kutub Utara dan Selatan yang menjadi pintu masuk ke dunia di dalam Bumi.
Kisah yang paling terkenal mungkin berasal dari buku The Smoky God (1908) karya Willis George Emerson. Buku ini menceritakan pengakuan seorang pelaut Norwegia, Olaf Jansen, yang mengaku telah berlayar melalui celah di Kutub Utara dan menemukan peradaban maju di dalam Bumi.
Seperti Apa Kehidupan di Agartha?

Menurut berbagai legenda dan cerita, Agartha adalah sebuah surga tersembunyi dengan peradaban yang jauh melampaui peradaban kita.
Peradaban Super Maju
Penduduk Agartha, atau Agarthan, digambarkan sebagai manusia dengan kecerdasan sempurna yang hidup dalam harmoni. Mereka dikatakan memiliki teknologi canggih, seperti sumber energi bersih, dan pengetahuan spiritual yang mendalam. Beberapa mitos menyebutkan mereka adalah keturunan dari peradaban kuno yang hilang seperti Atlantis dan Lemuria, yang melarikan diri ke bawah tanah untuk menyelamatkan diri.
Karakteristik Penduduk
Secara fisik, Agarthan sering digambarkan mirip manusia, namun memiliki postur lebih tinggi, fisik yang sehat, dan umur yang sangat panjang. Mereka hidup dalam kedamaian, tanpa konflik, dan sengaja mengasingkan diri dari dunia permukaan.
Pintu Masuk Menuju Agartha
Jika Agartha benar-benar ada, di mana pintu masuknya? Berbagai teks dan teori konspirasi menyebutkan beberapa lokasi potensial di seluruh dunia.
- Pegunungan Himalaya: Ini adalah lokasi yang paling sering disebut, terutama di Tibet dan Nepal, yang dijaga oleh para biksu.
- Kutub Utara dan Selatan: Sesuai dengan teori Symmes, kutub diyakini memiliki bukaan raksasa menuju interior Bumi.
- Gurun Gobi: Sebuah oasis terpencil di Gurun Gobi, Mongolia, juga disebut-sebut sebagai salah satu gerbang.
- Gua Raksasa: Beberapa gua besar di dunia, seperti Gua Mammoth di Kentucky, AS, dipercaya terhubung dengan jaringan terowongan Agartha.
- Lokasi Lain: Tempat-tempat misterius seperti Segitiga Bermuda dan beberapa gunung di Indonesia (misalnya Gunung Lawu) juga dikaitkan dengan pintu masuk ke “dunia lain” dalam cerita rakyat.
Agartha di Mata Sains dan Budaya Populer
Meskipun legenda Agartha sangat menarik, dunia ilmiah memiliki pandangan yang sangat berbeda. Di sisi lain, kisah ini terus menginspirasi budaya populer hingga hari ini.
Pandangan Ilmiah
Sains modern dengan tegas menolak Teori Bumi Berongga. Penelitian geologi dan seismologi menunjukkan bahwa struktur Bumi padat, terdiri dari kerak, mantel, serta inti luar cair dan inti dalam padat yang sangat panas.
Suhu inti Bumi diperkirakan mencapai 6.000 derajat Celsius, lebih panas dari permukaan Matahari, sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan seperti yang kita kenal. Lubang terdalam yang pernah digali manusia, Kola Superdeep Borehole di Rusia, hanya mencapai kedalaman sekitar 12,5 kilometer, sangat jauh dari dunia yang digambarkan dalam legenda.
Agartha dalam Budaya Populer
Meskipun tidak terbukti secara ilmiah, Agartha tetap hidup dalam imajinasi kolektif.
- Nazi Jerman: Adolf Hitler dan Partai Nazi terobsesi dengan Agartha. Mereka mengirim ekspedisi ke Tibet dengan harapan menemukan Agartha, yang mereka yakini sebagai tanah air ras Arya yang superior.
- Film dan Serial: Baru-baru ini, sutradara Joko Anwar mengangkat mitos Agartha dalam serial Nightmares and Daydreams. Dalam serial tersebut, Agartha digambarkan sebagai dunia asal makhluk perusak yang datang ke permukaan Bumi.
- Sisi Gelap Legenda: Sayangnya, mitos ini juga disalahgunakan oleh kelompok ekstremis. Frasa “For Agartha” ditemukan tertulis pada replika senjata yang terkait dengan insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, bersama dengan nama-nama teroris supremasi kulit putih. Ini menunjukkan bagaimana sebuah mitos dapat dipelintir untuk tujuan kekerasan.
Kesimpulan: Mitos yang Terus Hidup
Hingga saat ini, tidak ada satu pun bukti ilmiah yang mendukung keberadaan Agartha atau peradaban di dalam Bumi. Kisah ini lebih banyak berakar pada mitologi, spiritualisme, dan teori konspirasi.
Namun, legenda Agartha tetap bertahan karena mencerminkan kerinduan abadi manusia akan penemuan, misteri, dan harapan akan adanya dunia yang lebih baik dan lebih damai. Entah nyata atau hanya fiksi, Agartha adalah cerminan dari imajinasi kita yang tak terbatas dan pesona dunia yang penuh keajaiban.
