AnjirNewsAnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Food
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Font ResizerAa
Font ResizerAa
AnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
  • Education
  • Health
  • Trending
  • Inside
  • Tekno
Search
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Food
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Follow US
AnjirNews > Blog > Culture > Apa Itu Patriarki? Pengertian, Contoh, dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari
Culture

Apa Itu Patriarki? Pengertian, Contoh, dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

Last updated: 20 Agustus 2026 20:38
Amelia Putri
Published: 20 Agustus 2026
9 Min Read
Share
patriarki adalah
SHARE

Patriarki adalah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pihak yang lebih dominan dalam kekuasaan, pengambilan keputusan, kepemilikan sumber daya, dan kepemimpinan. Dalam sistem ini, perempuan sering diposisikan sebagai pihak kedua, terutama dalam urusan keluarga, pekerjaan, politik, hingga hukum.

Sederhananya, patriarki bukan hanya soal “laki-laki memimpin keluarga”. Patriarki bekerja lewat aturan tidak tertulis, kebiasaan, stereotip, dan kebijakan yang membuat peran laki-laki dianggap lebih penting daripada perempuan.

Patriarki masih relevan dibahas karena dampaknya nyata. Mulai dari pembagian tugas rumah yang timpang, kesenjangan upah, sulitnya perempuan masuk posisi kepemimpinan, sampai kecenderungan menyalahkan korban kekerasan seksual.

Daftar Isi

Toggle
  • Pengertian patriarki secara sederhana
  • Patriarki tidak sama dengan patrilineal
  • Contoh patriarki dalam kehidupan sehari-hari
    • 1. Perempuan dianggap wajib mengurus rumah
    • 2. Laki-laki selalu dianggap pencari nafkah utama
    • 3. Perempuan dibayar lebih rendah
    • 4. Perempuan lebih sulit masuk ruang pengambilan keputusan
    • 5. Korban kekerasan justru disalahkan
  • Mengapa patriarki masih bertahan?
  • Dampak patriarki bagi perempuan dan laki-laki
    • Dampak bagi perempuan
    • Dampak bagi laki-laki
  • Cara mengurangi budaya patriarki
    • Di keluarga
    • Di tempat kerja
    • Di masyarakat
  • Mewujudkan Relasi yang Setara

Pengertian patriarki secara sederhana

Istilah patriarki berasal dari kata patriarkat, yang secara harfiah kerap dimaknai sebagai “kekuasaan ayah”. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan keluarga besar yang dipimpin laki-laki. Kini, maknanya lebih luas: sebuah sistem hubungan sosial yang memberi laki-laki posisi dominan atas perempuan.

Sosiolog Sylvia Walby mendefinisikan patriarki sebagai sistem struktur dan praktik sosial ketika laki-laki mendominasi, menindas, dan mengeksploitasi perempuan.

Artinya, patriarki bukan berarti setiap laki-laki selalu berkuasa atau setiap perempuan selalu tidak berdaya. Yang dibahas adalah pola sosialnya: siapa yang lebih sering memegang kendali, mendapatkan akses, dan diuntungkan oleh aturan yang berlaku.

patriarki
Ilustrasi kesetaraan gender dan patriarki

Patriarki tidak sama dengan patrilineal

Patriarki sering disamakan dengan patrilineal, padahal keduanya berbeda.

IstilahArti sederhana
PatriarkiSistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pihak dominan dalam banyak bidang kehidupan
PatrilinealSistem keturunan yang menarik garis keluarga, nama, atau warisan melalui pihak ayah
MatriarkalSistem sosial yang menempatkan perempuan sebagai pemegang otoritas utama
MatrilinealSistem keturunan yang mengikuti garis ibu

Sebuah masyarakat patrilineal belum tentu sepenuhnya patriarkal. Namun, dalam praktik tertentu, garis keturunan laki-laki dapat berkaitan dengan ketimpangan hak perempuan, misalnya dalam urusan warisan.

Baca Juga:  Garis Tangan Keberuntungan: Mengungkap Rahasia Kesuksesan dan Kekayaan

Di beberapa komunitas adat patrilineal, anak perempuan pernah atau masih menghadapi pembatasan hak waris karena dianggap akan “keluar” dari keluarga asal setelah menikah.

Contoh patriarki dalam kehidupan sehari-hari

Patriarki tidak selalu terlihat dalam bentuk larangan terang-terangan. Sering kali ia hadir melalui kalimat yang terdengar biasa karena sudah diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut beberapa contohnya.

1. Perempuan dianggap wajib mengurus rumah

Perempuan yang bekerja sering tetap diharapkan memasak, membersihkan rumah, merawat anak, dan mengurus kebutuhan keluarga seorang diri.

Padahal, pekerjaan rumah dan pengasuhan adalah tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga. Ketika tugas ini hanya dibebankan kepada perempuan, muncullah beban ganda.

Riset penggunaan waktu menunjukkan perempuan menghabiskan waktu 2,8 kali lebih banyak untuk pekerjaan rumah tangga dan perawatan tidak berbayar dibanding laki-laki. Jika pekerjaan berbayar dan tidak berbayar dijumlahkan, perempuan bekerja rata-rata 11,6 jam per hari, sedangkan laki-laki 9,2 jam per hari.

2. Laki-laki selalu dianggap pencari nafkah utama

Masih ada anggapan bahwa laki-laki harus menjadi pencari nafkah utama, sedangkan penghasilan perempuan hanya dianggap “tambahan”.

Pandangan ini merugikan perempuan karena kontribusi ekonominya diremehkan. Di sisi lain, laki-laki juga dibebani tuntutan untuk selalu kuat, sukses, dan tidak boleh gagal secara ekonomi.

3. Perempuan dibayar lebih rendah

Kesenjangan upah gender bukan sekadar isu global. Di Indonesia, rata-rata upah buruh perempuan pada Februari 2025 sebesar Rp2,61 juta per bulan, sedangkan rata-rata upah buruh laki-laki mencapai Rp3,37 juta.

Selisih tersebut tidak otomatis membuktikan semua perusahaan melakukan diskriminasi langsung. Namun, data itu menunjukkan ketimpangan pasar kerja masih nyata, termasuk karena segregasi sektor kerja, hambatan karier, dan beban perawatan yang lebih banyak dipikul perempuan.

4. Perempuan lebih sulit masuk ruang pengambilan keputusan

Patriarki juga terlihat ketika perempuan dianggap kurang cocok menjadi pemimpin, padahal kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender.

Pada DPR RI periode 2024–2029, terdapat 127 perempuan dari total 580 anggota DPR, atau sekitar 22%. Angka ini masih di bawah target afirmasi keterwakilan perempuan sebesar 30%.

Baca Juga:  Distorsi Adalah Penyimpangan? Memahami Arti, Jenis, dan Contohnya di Berbagai Bidang

5. Korban kekerasan justru disalahkan

Komentar seperti “kenapa pulang malam?”, “pakaiannya bagaimana?”, atau “mengapa tidak melawan?” adalah bentuk victim blaming.

Cara berpikir ini mengalihkan perhatian dari pelaku kepada korban. Padahal, tanggung jawab kekerasan sepenuhnya berada pada orang yang melakukan kekerasan.

Komnas Perempuan mencatat 376.529 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan sepanjang 2025. Sebanyak 89,76% terjadi di ranah personal, seperti rumah, perkawinan, dan relasi intim.

Mengapa patriarki masih bertahan?

Patriarki bertahan bukan karena satu penyebab tunggal. Ia dipelihara oleh kebiasaan, norma sosial, pendidikan, media, struktur ekonomi, hingga cara keluarga membagi peran.

Beberapa faktor yang membuatnya terus hidup antara lain:

  • Anak laki-laki dan perempuan dibesarkan dengan aturan berbeda.
  • Perempuan dianggap lebih cocok di ruang domestik.
  • Kerja perawatan dipandang sebagai “kodrat”, bukan kerja bernilai ekonomi.
  • Kepemimpinan sering diasosiasikan dengan sifat maskulin.
  • Perempuan yang tegas kadang dinilai negatif, sementara laki-laki dengan sikap sama justru dianggap berwibawa.
  • Ketimpangan akses terhadap aset, pendidikan, jaringan, dan posisi strategis masih terjadi.

Fakta menariknya, ketimpangan tidak selalu terlihat dari jumlah perempuan yang bekerja. Perempuan dapat aktif di dunia kerja, tetapi tetap menghadapi tuntutan utama untuk mengurus rumah.

Riset di Jabodetabek dan Surabaya menemukan hampir 40% perempuan menghabiskan lebih dari delapan jam per hari untuk pekerjaan domestik dan pengasuhan. Sebaliknya, hampir 40% laki-laki menghabiskan kurang dari satu jam per hari untuk pekerjaan serupa.

Dampak patriarki bagi perempuan dan laki-laki

Patriarki terutama berdampak pada perempuan karena membatasi pilihan, akses, dan otonomi mereka. Namun, sistem ini juga menciptakan tekanan bagi laki-laki.

Dampak bagi perempuan

  • Lebih besar menanggung kerja domestik dan pengasuhan.
  • Kesempatan kerja dan promosi karier dapat lebih terbatas.
  • Kontribusi ekonomi sering diremehkan.
  • Risiko kekerasan berbasis gender dan stigma terhadap korban meningkat.
  • Hak atas pendidikan, warisan, serta pengambilan keputusan dapat terhambat di konteks tertentu.

Dampak bagi laki-laki

  • Tekanan untuk selalu menjadi pencari nafkah utama.
  • Anggapan bahwa laki-laki tidak boleh lemah atau mengekspresikan emosi.
  • Stigma ketika memilih mengasuh anak atau melakukan pekerjaan domestik.
  • Beban sosial untuk selalu dominan dalam keluarga dan lingkungan.
Baca Juga:  5 Contoh Pidato Bahasa Jawa Berbagai Tema, Lengkap & Mudah Dihafal!

Karena itu, mengkritik patriarki bukan berarti memusuhi laki-laki. Tujuannya adalah membangun relasi yang lebih adil, agar setiap orang bebas menentukan perannya tanpa dibatasi stereotip gender.

Cara mengurangi budaya patriarki

Perubahan bisa dimulai dari tindakan sehari-hari, lalu diperkuat melalui kebijakan dan pendidikan.

Di keluarga

  • Bagi tugas rumah dan pengasuhan secara adil.
  • Ajarkan anak laki-laki maupun perempuan memasak, membersihkan rumah, dan mengelola diri.
  • Libatkan semua anggota keluarga dalam keputusan penting.
  • Hindari kalimat seperti “itu bukan tugas laki-laki” atau “perempuan tidak perlu sekolah tinggi”.

Di tempat kerja

  • Terapkan sistem upah dan promosi yang transparan.
  • Sediakan kebijakan kerja yang mendukung pengasuhan bagi ibu dan ayah.
  • Cegah pelecehan seksual serta pastikan mekanisme pengaduan aman bagi korban.
  • Nilai kompetensi berdasarkan kinerja, bukan gender.

Di masyarakat

  • Berhenti menyalahkan korban kekerasan.
  • Dukung pendidikan yang setara bagi anak perempuan dan laki-laki.
  • Beri ruang bagi perempuan dalam kepemimpinan komunitas dan politik.
  • Hargai kerja perawatan sebagai pekerjaan penting yang menopang kehidupan.

Mewujudkan Relasi yang Setara

Apa itu patriarki? Patriarki adalah sistem sosial yang membuat laki-laki lebih dominan dan perempuan lebih sering berada dalam posisi kurang diuntungkan.

Sistem ini dapat muncul dalam pembagian kerja rumah, ketimpangan upah, hak waris, akses kepemimpinan, hingga respons terhadap kekerasan berbasis gender.

Memahami patriarki membantu kita melihat bahwa ketimpangan bukan sekadar masalah pribadi. Banyak persoalan berakar pada pola sosial yang telah dianggap normal terlalu lama.

Kesetaraan bukan berarti perempuan dan laki-laki harus menjadi sama dalam segala hal. Kesetaraan berarti keduanya memiliki kesempatan, penghargaan, perlindungan, dan kebebasan yang setara untuk menentukan jalan hidupnya.

Mengenal Arti Preferensi: Bagaimana Pilihan Konsumen Terbentuk?
Apa Itu Affiliate? Panduan Lengkap Cara Kerja, Contoh, dan Cara Memulainya
Pengertian Copywriting, Jenis, Tujuan, dan Contohnya
Menyusuri Sungai Dengan Kelotok, Transportasi Khas Kalimantan
Apa Itu Surel? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya
TAGGED:pengertian
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article wishlist artinya Wishlist Artinya Apa? Ini Arti, Manfaat, dan Cara Menggunakannya

Latest News

wishlist artinya
Wishlist Artinya Apa? Ini Arti, Manfaat, dan Cara Menggunakannya
Lifestyle
20 Agustus 2026
ekspektasi adalah
Memahami Ekspektasi: Arti, Manfaat, dan Cara Mengelolanya
Dictionary
17 Agustus 2026
recovery artinya
Recovery Artinya Apa? Ini Pengertian, dan Contoh Penggunaannya
Dictionary
17 Agustus 2026
sks adalah
Pengertian SKS, Cara Hitung, dan Fungsinya di Perkuliahan
Education
16 Agustus 2026
value adalah
Value adalah Nilai Hidup, Kenali Arti dan Pengaruhnya dalam Kehidupan dan Karier
Lifestyle
15 Agustus 2026
remunerasi adalah
Remunerasi Adalah Apa? Kenali Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Job
15 Agustus 2026
ucapan selamat wisuda
100+ Contoh Ucapan Selamat Wisuda Yang Berkesan, Bermakna, dan Menyentuh Hati
Education
15 Agustus 2026

You Might Also Like

skck
Trending

Apa Itu SKCK? Ini Syarat, Biaya, Cara Membuat Online & Offline

12 Agustus 2026
financial freedom
Finance

Financial Freedom Bukan Cuma Mimpi, Ini Rumus dan Cara Mencapainya

1 Agustus 2026
paklaring adalah
Job

Apa Itu Paklaring? Pahami Fungsi, Dasar Hukum, dan Contoh Suratnya

16 Juli 2026
jin tomang
Culture

Asal Usul Jin Tomang, Sosok Misterius Legenda Urban Jakarta

4 Desember 2024

anjirnews
Mengungkap fakta menarik dibalik berita.

Tag Cloud

arti kata asn ayam ayam hias bahasa gaul bahasa jawa bansos bansos sembako bbm bgn bi checking bisnis blt blt kesra bpjs kesehatan bpjs ketenagakerjaan bpnt bri bsu bsu guru kemenag cek bansos cloudflare cng contoh pidato coretax cpns 2026 cuaca dana desil dokumen kependudukan dtsen fenomena alam free fire gaji gaji pns games gaya hidup gopay guru hukum instagram islami istilah kata bijak kesehatan kip kjp plus kks klj komik kpj kumpulan kata kur kur bri liburan lokasi manga manhwa mcd modal usaha motis motivasi mudik muduk gratis nataru nisn npwp pajak pantun paylater pengertian peringatan pinjol pip pkh pns ppg pppk presentasi psikologi puasa shopee paylater style surat keterangan tanah tanggal tata negara tekno terkaya thr tiktok tpg transfer trigliserida ucapan ump unggas virus nipah whatsapp xiaomi

Navigation

  • Education
  • Trending
  • Lifestyle
  • Bansos
  • Dictionary
  • Family
  • Finance
© 2026 AnjirNews
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?