AnjirNewsAnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Kuliner
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Font ResizerAa
Font ResizerAa
AnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
  • Education
  • Health
  • Trending
  • Inside
  • Tekno
Search
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Kuliner
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Follow US
AnjirNews > Blog > Health > Leukosit adalah Prajurit Tubuh: Fungsi, Jenis, dan Kadar Normal yang Wajib Diketahui
Health

Leukosit adalah Prajurit Tubuh: Fungsi, Jenis, dan Kadar Normal yang Wajib Diketahui

Last updated: 16 Juni 2025 22:52
Amara Puspita
Published: 16 Juni 2025
11 Min Read
Share
leukosit adalah
SHARE

Pernahkah kamu mendengar istilah leukosit? Mungkin terdengar sedikit ilmiah, ya? Tapi, sederhananya, leukosit adalah sel darah putih. Bayangkan mereka sebagai pasukan penjaga di dalam tubuh kita. Mereka ini bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, lho. Tugas utamanya adalah melacak dan melawan “penyusup” seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit yang bisa bikin kita sakit .

Sel darah putih ini diproduksi di sumsum tulang kita, kemudian beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, siap sedia menjalankan misinya. Jumlahnya memang lebih sedikit dibandingkan sel darah merah, tapi perannya jangan dianggap remeh, ya!

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Saja Sih, Fungsi Leukosit Itu?
  • Macam-Macam Leukosit dan Tugasnya Masing-Masing
    • 1. Neutrofil
    • 2. Limfosit
    • 3. Monosit
    • 4. Eosinofil
    • 5. Basofil
  • Berapa Sih, Jumlah Leukosit yang Normal Itu?
  • Ketika Jumlah Leukosit Melonjak: Leukosit Tinggi (Leukositosis)
    • Penyebab Leukosit Tinggi
    • Gejala Leukosit Tinggi
    • Leukosit Tinggi pada Anak
  • Ketika Jumlah Leukosit Menurun: Leukosit Rendah (Leukopenia)
    • Penyebab Leukosit Rendah
    • Gejala Leukosit Rendah
  • Cara Menurunkan Leukosit yang Tinggi
    • 1. Pendekatan Medis
    • 2. Perubahan Gaya Hidup dan Pendekatan Alami
  • Cara Meningkatkan Leukosit yang Rendah
    • 1. Pendekatan Medis
    • 2. Perubahan Gaya Hidup dan Diet

Apa Saja Sih, Fungsi Leukosit Itu?

Fungsi utama leukosit adalah sebagai garda terdepan pertahanan tubuh. Ketika ada “musuh” berupa mikroorganisme atau molekul asing yang masuk dan berpotensi menyebabkan penyakit, leukosit akan langsung beraksi. Mereka akan mengenali, menyerang, dan menghancurkan patogen tersebut. Selain itu, beberapa jenis leukosit juga bertugas memproduksi antibodi, semacam senjata khusus untuk melawan infeksi tertentu. Keren, kan?

Macam-Macam Leukosit dan Tugasnya Masing-Masing

Ternyata, pasukan leukosit ini terdiri dari beberapa jenis, lho. Masing-masing punya keahlian khusus dalam menjaga tubuh kita. Ada lima jenis utama leukosit:

1. Neutrofil

Ini adalah jenis leukosit yang jumlahnya paling banyak. Mereka adalah responden pertama yang datang saat ada infeksi, terutama infeksi bakteri dan jamur. Neutrofil juga mengirim sinyal ke sel imun lain untuk ikut membantu.

2. Limfosit

Ada dua tipe utama limfosit, yaitu sel B dan sel T. Sel B bertugas membuat antibodi, sedangkan sel T membantu mengenali dan menghancurkan sel tubuh yang sudah terinfeksi virus atau sel kanker.

3. Monosit

Ini adalah jenis leukosit dengan ukuran paling besar. Tugasnya adalah melawan bakteri, parasit, dan jamur, serta membersihkan sel-sel mati atau rusak di dalam tubuh.

Baca Juga:  Mengenal Limfoma: Jenis, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

4. Eosinofil

Leukosit jenis ini berperan penting dalam melawan infeksi parasit. Selain itu, eosinofil juga terlibat dalam reaksi alergi dan peradangan seperti asma dan eksim.

5. Basofil

Meskipun jumlahnya paling sedikit, basofil punya peran penting. Mereka melepaskan histamin saat terjadi reaksi alergi dan peradangan. Basofil juga terlibat dalam mencegah pembekuan darah.

Berapa Sih, Jumlah Leukosit yang Normal Itu?

leukosit tinggi

Jumlah leukosit normal bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usia dan kondisi kesehatannya. Jika jumlahnya normal, itu tandanya sistem kekebalan tubuh kita bekerja dengan baik.

Berikut adalah rentang jumlah leukosit normal berdasarkan usia:

  • Bayi baru lahir: 9.400–34.000 sel per mikroliter (mcL) darah. Beberapa sumber menyebutkan 13.000–38.000/mcL.
  • Balita (3–5 tahun): 4.000–12.000 sel/mcL. Untuk bayi dan anak-anak secara umum, rentangnya bisa 5.000–20.000/mcL.
  • Remaja (12–15 tahun): 3.500–9.000 sel/mcL.
  • Dewasa (15 tahun ke atas): 3.500–10.500 sel/mcL. Ada juga yang menyebutkan rentang 4.000-11.000 sel/mcL.
  • Wanita hamil (trimester ketiga): 5.800–13.200 sel/mcL.

Penting diingat, angka ini bisa sedikit bergeser tergantung laboratorium tempat pemeriksaan. Jika hasil tes menunjukkan angka di luar rentang normal, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ketika Jumlah Leukosit Melonjak: Leukosit Tinggi (Leukositosis)

Leukositosis adalah kondisi ketika kadar sel darah putih dalam tubuh melebihi batas normal . Pada orang dewasa, ini biasanya berarti jumlahnya di atas 11.000 sel/mcL. Peningkatan ini seringkali merupakan respons tubuh terhadap sesuatu.

Penyebab Leukosit Tinggi

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan leukosit tinggi, di antaranya:

  • Infeksi: Ini penyebab paling umum, baik infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Tubuh memproduksi lebih banyak leukosit untuk melawan infeksi tersebut.
  • Peradangan: Kondisi peradangan kronis seperti radang sendi (rheumatoid arthritis) atau penyakit radang usus juga bisa memicu leukositosis.
  • Kerusakan jaringan atau luka: Misalnya setelah operasi, cedera, atau luka bakar.
  • Reaksi alergi dan asma: Tubuh merespons alergen dengan meningkatkan jenis leukosit tertentu.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat seperti kortikosteroid atau lithium bisa meningkatkan produksi sel darah putih.
  • Stres: Stres fisik (seperti olahraga berat) maupun stres emosional yang intens bisa menyebabkan peningkatan sementara jumlah leukosit.
  • Penyakit sumsum tulang: Kondisi serius seperti leukemia (kanker darah) atau gangguan mieloproliferatif menyebabkan produksi sel darah putih yang abnormal dan berlebihan.
  • Kehamilan: Terutama pada trimester akhir atau menjelang persalinan, jumlah leukosit bisa meningkat secara normal.
  • Merokok: Perokok cenderung memiliki jumlah leukosit yang lebih tinggi.
  • Pengangkatan limpa (splenektomi): Dapat menyebabkan leukositosis sementara.
Baca Juga:  Memahami Mental Illness: Menghilangkan Stigma dan Mitos yang Keliru

Gejala Leukosit Tinggi

Leukosit tinggi sendiri seringkali tidak menimbulkan gejala spesifik. Gejala yang muncul biasanya berkaitan dengan penyebab dasarnya. Beberapa gejala yang mungkin menyertai antara lain:

  • Demam dan menggigil (jika ada infeksi).
  • Rasa lelah dan lemas.
  • Nyeri pada tubuh.
  • Mudah memar atau perdarahan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau keringat malam (terutama jika terkait kanker).
  • Pada kasus yang sangat tinggi, darah bisa menjadi kental dan menyebabkan masalah pernapasan, gangguan penglihatan, atau pusing.

Leukosit Tinggi pada Anak

Penyebab leukosit tinggi pada anak umumnya mirip dengan orang dewasa, seperti infeksi (paling sering), peradangan, atau alergi. Namun, ada beberapa kondisi khusus pada anak, misalnya sindrom Down yang memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia. Sepsis neonatal atau keterlambatan penjepitan tali pusat pada bayi baru lahir juga bisa menjadi penyebab.

Ketika Jumlah Leukosit Menurun: Leukosit Rendah (Leukopenia)

Sebaliknya, leukopenia adalah kondisi ketika kadar sel darah putih dalam tubuh kurang dari jumlah normal. Pada orang dewasa, ini biasanya di bawah 4.000 atau 3.500 sel/mcL. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Penyebab Leukosit Rendah

Beberapa penyebab umum leukopenia meliputi :

  • Infeksi virus: Seperti flu, HIV, hepatitis, atau demam berdarah. Virus bisa mengganggu kerja sumsum tulang.
  • Infeksi bakteri berat: Kadang, infeksi yang sangat parah justru membuat leukosit habis karena digunakan terlalu cepat.
  • Gangguan sumsum tulang: Misalnya anemia aplastik, leukemia, atau sindrom mielodisplastik, yang mengganggu produksi sel darah.
  • Penyakit autoimun: Seperti lupus atau rheumatoid arthritis, di mana sistem imun keliru menyerang sel darah putih atau sumsum tulang.
  • Pengobatan kanker: Kemoterapi dan radioterapi bisa merusak sumsum tulang dan menurunkan produksi leukosit.
  • Obat-obatan tertentu: Beberapa jenis antibiotik, obat anti-kejang, atau obat lainnya bisa menjadi penyebab.
  • Kekurangan nutrisi: Defisiensi vitamin B12, folat, tembaga, atau seng dapat mempengaruhi produksi sel darah putih.
  • Kelainan bawaan: Beberapa kondisi genetik langka dapat mengganggu fungsi sumsum tulang .
  • Hipersplenisme: Limpa yang terlalu aktif menghancurkan sel darah lebih cepat.
  • Konsumsi alkohol berlebih.

Gejala Leukosit Rendah

Gejala utama leukopenia adalah meningkatnya kerentanan terhadap infeksi. Gejala lain yang mungkin muncul antara lain:

  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan atau sariawan yang sering kambuh.
  • Kelelahan dan tubuh terasa lemah.
  • Gejala infeksi spesifik, seperti batuk (infeksi paru), nyeri saat buang air kecil (infeksi saluran kemih), atau munculnya ruam kulit.
Baca Juga:  Penyebab Keputihan yang Perlu Diwaspadai Wanita

Cara Menurunkan Leukosit yang Tinggi

Jika jumlah leukositmu tinggi, langkah pertama adalah mencari tahu penyebabnya, karena pengobatan akan difokuskan pada kondisi yang mendasarinya.

1. Pendekatan Medis

  • Antibiotik: Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri.
  • Obat antivirus atau antijamur: Jika infeksinya disebabkan oleh virus atau jamur.
  • Obat antiradang: Untuk mengatasi kondisi peradangan.
  • Obat alergi (antihistamin): Jika pemicunya adalah reaksi alergi.
  • Pengobatan spesifik untuk kanker: Seperti kemoterapi, radioterapi, atau transplantasi sumsum tulang jika penyebabnya adalah leukemia atau kanker lainnya.
  • Cairan infus (IV): Untuk membantu hidrasi dan memperbaiki aliran darah.
  • Leukapheresis: Prosedur untuk memisahkan dan membuang kelebihan sel darah putih dari darah.
  • Penyesuaian obat: Jika leukosit tinggi disebabkan oleh efek samping obat tertentu.

2. Perubahan Gaya Hidup dan Pendekatan Alami

Beberapa langkah alami dan perubahan gaya hidup bisa membantu mendukung penurunan leukosit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan:

  • Pola makan sehat: Perbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan (seperti buah beri, sayuran hijau), omega-3 (ikan salmon, sarden), bawang putih, dan vitamin C (jeruk, pepaya).
  • Kelola stres: Lakukan meditasi, yoga, atau aktivitas relaksasi lainnya.
  • Berhenti merokok: Merokok dapat memperburuk peradangan dan memengaruhi jumlah leukosit.
  • Jaga berat badan ideal: Obesitas bisa menyebabkan peradangan kronis.
  • Istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik.
  • Hindari pemicu alergi.
  • Batasi gula, lemak jenuh, dan garam berlebih.
  • Lakukan pendinginan setelah berolahraga.

Cara Meningkatkan Leukosit yang Rendah

Sama seperti leukosit tinggi, penanganan leukosit rendah juga sangat bergantung pada penyebabnya.

1. Pendekatan Medis

  • Menghentikan atau mengganti obat: Jika leukopenia disebabkan oleh obat tertentu.
  • Terapi faktor pertumbuhan (growth factor): Obat yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih.
  • Obat-obatan: Antibiotik atau obat lain untuk mengobati atau mencegah infeksi yang mungkin terjadi akibat rendahnya leukosit.

2. Perubahan Gaya Hidup dan Diet

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting untuk mencegah infeksi saat jumlah leukosit rendah.

  • Cuci tangan secara teratur.
  • Hindari kontak dengan orang sakit.
  • Jaga kebersihan makanan: Hindari makanan mentah atau setengah matang jika sistem imun sangat lemah (diet rendah bakteri).
  • Perhatikan asupan nutrisi: Konsumsi makanan kaya protein, vitamin B12, folat, dan seng, yang penting untuk produksi sel darah putih. Contohnya daging tanpa lemak, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Hindari cedera untuk mengurangi risiko infeksi.

Sebagai komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh, leukosit memainkan peran vital dalam melindungi tubuh dari berbagai ancaman infeksi dan penyakit. Memahami fungsi, jenis, serta kadar normal leukosit dapat membantu kita menjaga kesehatan secara optimal. Dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, keseimbangan leukosit dapat dipertahankan, memastikan tubuh tetap kuat melawan berbagai gangguan kesehatan.

NPD adalah: Memahami Gangguan Kepribadian Narsistik
Gangguan Kecemasan Sosial: Ketika Rasa Malu Menguasai Hidup Anda
Memahami Diaforesis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mengatasinya
Keputihan Tanda Hamil? Ini Penjelasan Lengkapnya
Demensia adalah: Gejala, Penyebab, dan Hubungan dengan Alzheimer
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article insomnia adalah Insomnia adalah Gangguan Tidur: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Next Article mindset adalah Apa itu Mindset? Kenali Pola Pikir Anda: Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Latest News

penipuan online
Jangan Asal Klik! 7 Modus Penipuan Online yang Bisa Menguras Saldo Rekening
Law
31 Oktober 2026
cheat gta 5
Daftar Lengkap Cheat GTA 5 2026 untuk PS5, PS4, PS3, Xbox & PC!
Entertainment
30 Oktober 2026
paid traffic adsterra
Cara Paid Traffic Adsterra dengan Galaksion dan Clickadu, Berikut Langkah-Langkahnya
Trending
30 Oktober 2026
doa qunut
Doa Qunut Subuh Lengkap: Bacaan Pendek, Panjang, Arab, Latin, dan Artinya
Religi
13 Oktober 2026
cek bsu bpjs ketenagakerjaan 2026 kapan cair
Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026, Kapan Cair dan Cara Cek NIK-nya
Job
12 Oktober 2026
defisit kalori
Diet Defisit Kalori Tanpa Menyiksa Diri, Cara Aman dan Efektif Turunkan Berat Badan
Lifestyle
11 Oktober 2026
kalender jawa hari ini
Kalender Jawa Oktober 2026: Pasaran, Weton, dan Neptu Lengkap
Culture
11 Oktober 2026
tone deaf artinya
Apa itu Tone Deaf? Ini Arti, Ciri-Ciri, dan Contohnya
Trending
20 September 2026

You Might Also Like

sleep apnea
Health

Sering Mendengkur Keras? Waspada Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Mengancam Kesehatan

29 Juli 2026
delusi adalah
Health

Delusi: Ketika Pikiran Tidak Sejalan dengan Realita

4 Desember 2024
manfaat kunyit
Health

30 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, dari Lambung sampai Kulit Wajah

14 Juni 2025
keringat dingin
Health

Penyebab Keringat Dingin dan Cara Mengatasinya

1 Juli 2025

anjirnews
Mengungkap fakta menarik dibalik berita.

Tag Cloud

adsterra anime arti kata asn ayam ayam hias bahasa gaul bahasa jawa bank bansos bansos sembako bca bgn bisnis blt blt kesra bpjs kesehatan bpjs ketenagakerjaan bpnt bri bsu bsu guru kemenag cara cek bansos contoh pidato coretax cuaca dana desil doa dokumen kependudukan dompet digital dtsen fenomena alam free fire gaji games gaya hidup guru hukum instagram islami istilah kata bijak kesehatan kip kjp plus kks klj komik kumpulan kata kur kur bri liburan manga manhwa mcd modal usaha motis motivasi mudik mudik gratis muduk gratis nataru niat nisn otomotif pajak pantun password paylater pengertian peringatan perlinsos pinjol pip pkh pns ponsel pppk prakerja presentasi psikologi puasa resto dan cafe sekolah kedinasan sholat spbu tata negara tekno tpg transfer ucapan umkm ump unggas virus whatsapp wifi xiaomi

Navigation

  • Education
  • Trending
  • Lifestyle
  • Bansos
  • Dictionary
  • Family
  • Finance
© 2026 AnjirNews
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?