AnjirNewsAnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Food
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Font ResizerAa
Font ResizerAa
AnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
  • Education
  • Health
  • Trending
  • Inside
  • Tekno
Search
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Food
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Follow US
AnjirNews > Blog > Health > Memahami Keputihan pada Wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Health

Memahami Keputihan pada Wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Amelia Putri
Last updated: 4 Desember 2024 22:38
Amelia Putri
Published: 28 Mei 2024
11 Min Read
Share
keputihan
SHARE

Keputihan merupakan masalah kesehatan yang sangat umum dialami oleh kaum wanita. Diperkirakan sekitar 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali sepanjang hidupnya. Namun, tidak semua wanita menyadari bahwa keputihan yang dialaminya tidak normal dan justru mengabaikannya.

Padahal, keputihan yang berlebihan dan disertai perubahan warna atau bau dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan reproduksi yang serius.

Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk memahami seluk-beluk keputihan agar bisa segera mengenali tanda-tanda bahaya dan mendapatkan penanganan medis yang tepat. Yuk, simak penjelasan lengkap tentang keputihan pada wanita berikut ini!

Daftar Isi

Toggle
  • Pengertian Keputihan
  • Jenis-Jenis Keputihan
    • 1. Keputihan Fisiologis (Normal)
    • 2. Keputihan Patologis (Abnormal)
  • Faktor Penyebab Keputihan
    • 1. Infeksi
    • 2. Ketidakseimbangan Hormon
    • 3. Iritasi
    • 4. Hubungan Seksual
    • 5. Penyakit Sistemik
    • 6. Kebersihan Vagina yang Buruk
    • 7. Benda Asing
  • Gejala yang Menyertai Keputihan
    • 1. Perubahan Karakteristik Cairan Vagina
    • 2. Rasa Tidak Nyaman di Vagina
    • 3. Perdarahan di Luar Siklus Menstruasi
    • 4. Nyeri pada Organ Panggul
    • 5. Demam, Sakit Kepala, dan Kelelahan
  • Diagnosis Keputihan
    • 1. Anamnesis
    • 2. Pemeriksaan Fisik
    • 3. Pemeriksaan Sampel Cairan Vagina
    • 4. Tes pH Vagina
    • 5. Pemeriksaan Penunjang Lainnya
  • Pengobatan untuk Keputihan
    • 1. Anti jamur
    • 2. Antibiotik
    • 3. Antiparasit
    • 4. Hormonal
    • 5. Obat Antiinflamasi
    • 6. Douching
  • Mencegah Kekambuhan Keputihan
  • Komplikasi Bila Keputihan Dibiarkan
  • Deteksi Dini dan Pencegahan
  • Kesimpulan

Pengertian Keputihan

Keputihan adalah kondisi saat lendir atau cairan keluar dari vagina. Cairan ini sebagian besar terdiri dari sel-sel yang mati dan bakteri. Secara alami, tubuh memproduksi cairan ini untuk membersihkan dan melumasi vagina, serta melindunginya dari infeksi.

Jadi sebenarnya, keputihan merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan. Namun, peningkatan produksi atau perubahan karakteristik cairan vagina bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Jenis-Jenis Keputihan

Secara umum, keputihan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Keputihan Fisiologis (Normal)

Keputihan fisiologis adalah keputihan dalam batas normal yang dialami sebagian besar wanita. Ciri-cirinya antara lain:

  • Jumlahnya sedikit, tidak sampai membasahi celana dalam
  • Berwarna putih atau bening
  • Tekstur cairan tipis dan licin
  • Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau iritasi

Keputihan jenis ini dipengaruhi oleh fluktuasi hormon estrogen dalam siklus menstruasi. Biasanya akan lebih banyak dan kental menjelang ovulasi dan saat menstruasi. Faktor lain seperti kehamilan, stres, dan aktivitas seksual juga bisa memicu peningkatan produksi cairan vagina.

Baca Juga:  Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak Secara Online

2. Keputihan Patologis (Abnormal)

Keputihan patologis adalah keputihan yang tidak normal dan biasanya disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit di vagina. Ciri-cirinya antara lain:

  • Jumlahnya banyak, sampai membasahi celana dalam
  • Berbau amis atau anyir
  • Berwarna putih kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
  • Konsistensi kental seperti keju
  • Menimbulkan rasa gatal, iritasi, atau terbakar di vagina

Keputihan jenis ini bisa menjadi gejala dari penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis. Selain itu, keputihan abnormal juga bisa menandakan infeksi jamur kandida, kanker leher rahim atau rahim, dan penyakit radang panggul.

Faktor Penyebab Keputihan

Lalu apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan keputihan? Berikut penjelasannya:

1. Infeksi

Infeksi oleh jamur, bakteri, maupun parasit merupakan penyebab paling umum dari keputihan abnormal. Beberapa jenis infeksi yang sering ditemukan antara lain:

  • Kandidiasis : infeksi jamur Candida albicans di vagina
  • Vaginosis bakterial : infeksi bakteri anaerob di vagina
  • Klamidia dan gonore : infeksi bakteri menular seksual
  • Trikomoniasis : infeksi parasit Trichomonas vaginalis

2. Ketidakseimbangan Hormon

Fluktuasi hormon estrogen dapat memengaruhi ketebalan dinding vagina serta produksi lendir oleh kelenjar di vagina. Ketidakseimbangan hormon biasanya terjadi pada:

  • Menjelang dan saat menstruasi
  • Saat hamil dan menyusui
  • Mendekati masa menopause
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal

3. Iritasi

Iritasi pada vagina akibat penggunaan pewangi atau sabun yang terlalu kuat, celana dalam yang ketat, atau alat kontrasepsi tertentu bisa memicu peningkatan produksi lendir.

4. Hubungan Seksual

Aktivitas seksual, terutama tanpa pelindung, berisiko menularkan infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan keputihan abnormal. Selain itu, iritasi akibat hubungan seksual kasar juga bisa memicu keputihan.

5. Penyakit Sistemik

Penyakit sistemik seperti diabetes dan penurunan daya tahan tubuh juga bisa meningkatkan risiko infeksi vagina yang menyebabkan keputihan patologis.

6. Kebersihan Vagina yang Buruk

Kurangnya kebersihan vagina bisa membuat bakteri dan jamur berkembang biak sehingga menyebabkan infeksi. Membersihkan vagina dari arah belakang ke depan juga berisiko memasukkan kotoran dari anus ke vagina.

7. Benda Asing

Benda asing seperti tampon yang tertinggal terlalu lama di vagina bisa menyebabkan iritasi dan infeksi.

Gejala yang Menyertai Keputihan

Gejala yang muncul pada penderita keputihan bergantung pada penyebabnya. Berikut gejala umum yang kerap dikeluhkan:

Baca Juga:  Agorafobia: Saat Keramaian Membuatmu Ketakutan

1. Perubahan Karakteristik Cairan Vagina

  • Bau menyengat, amis, atau anyir
  • Lebih banyak dan encer dari biasanya
  • Berwarna putih kekuningan, keabu-abuan, coklat, atau kehijauan
  • Konsistensi kental seperti keju

2. Rasa Tidak Nyaman di Vagina

  • Gatal-gatal
  • Terbakar dan perih saat buang air kecil
  • Rasa panas di dalam vagina

3. Perdarahan di Luar Siklus Menstruasi

  • Bercak darah di celana dalam
  • Pendarahan setelah berhubungan seks

4. Nyeri pada Organ Panggul

5. Demam, Sakit Kepala, dan Kelelahan

Gejala sistemik ini lebih sering muncul pada infeksi bakteri dan parasit dibanding jamur.

Diagnosis Keputihan

keputihan

Untuk mendiagnosis penyebab keputihan, dokter biasanya akan melakukan:

1. Anamnesis

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat menstruasi, aktivitas seksual, penyakit sistemik, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Informasi ini membantu dokter memperkirakan apakah keputihan normal atau abnormal.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan dilakukan pada vagina, vulva, dan leher rahim untuk melihat adanya peradangan, luka, atau massa.

3. Pemeriksaan Sampel Cairan Vagina

Sampel cairan vagina diambil dengan cotton bud untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dokter bisa melihat adanya jamur, bakteri, atau parasit penyebab infeksi.

4. Tes pH Vagina

Tes pH vagina dilakukan dengan menempelkan kertas indikator pH pada dinding vagina. Hasilnya bisa membantu mendiagnosis jenis infeksi vagina.

5. Pemeriksaan Penunjang Lainnya

Beberapa tes penunjang lain yang bisa dilakukan antara lain kultur cairan vagina, tes darah, USG, dan biopsi jaringan vagina.

Pengobatan untuk Keputihan

Jenis pengobatan yang diberikan tergantung pada hasil diagnosis penyebab keputihan. Beberapa opsi pengobatan antara lain:

1. Anti jamur

Obat anti jamur seperti klotrimazol dan flukonazol diberikan untuk mengatasi keputihan akibat kandidiasis. Tersedia dalam bentuk krim, tablet, atau suppositoria vagina.

2. Antibiotik

Antibiotik jenis metronidazol dan klindamisin digunakan untuk mengatasi keputihan karena vaginosis bakterial dan beberapa infeksi menular seksual.

3. Antiparasit

Obat tinidazol atau metronidazol diberikan jika keputihan disebabkan parasit seperti pada kasus trikomoniasis.

4. Hormonal

Suntikan atau krim progesterone bisa diberikan untuk mengatasi keputihan akibat ketidakseimbangan hormon.

5. Obat Antiinflamasi

Obat ini mengurangi peradangan pada vagina. Biasanya dikombinasikan dengan terapi antibiotik atau antijamur.

6. Douching

Pembersihan vagina dengan larutan antiseptik atau asam borat diresepkan jika ada iritasi atau luka di vagina. Pastikan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan obat-obatan tersebut agar keputihan bisa sembuh total. Hindari pengobatan sendiri karena bisa memperparah kondisi.

Baca Juga:  Penyebab Stunting pada Anak dan Langkah Pencegahannya

Mencegah Kekambuhan Keputihan

Setelah menjalani pengobatan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kekambuhan keputihan:

  • Jaga kebersihan vagina dengan cara yang benar, yaitu membersihkan bagian luar saja dengan air bersih dan sabun pH netral.
  • Kenakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan celana longgar dari bahan katun.
  • Segera ganti pakaian dalam jika terasa lembab.
  • Hindari pencucian vagina dengan air sabun atau cairan pembersih vagina.
  • Kurangi konsumsi gula, karbohidrat, dan alkohol yang bisa memicu pertumbuhan jamur.
  • Minum probiotik untuk menjaga keseimbangan mikroflora vagina.
  • Lakukan tes IMS dan periksa kesehatan pasangan jika keputihan disebabkan penyakit menular seksual.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi minimal 1 tahun sekali.

Komplikasi Bila Keputihan Dibiarkan

Mengabaikan gejala keputihan abnormal bisa berisiko menimbulkan komplikasi kesehatan yang lebih serius. Beberapa di antaranya:

  • Infeksi menyebar ke organ panggul lainnya (radang panggul)
  • Infertilitas atau kesulitan kehamilan
  • Kehamilan ektopik
  • Kanker leher rahim
  • Gangguan kehamilan dan persalinan
  • Dispareunia atau nyeri saat berhubungan seks

Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami keputihan dengan ciri-ciri abnormal agar penyebabnya bisa segera ditangani. Jangan ragu untuk terbuka menceritakan keluhan yang dirasakan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Deteksi dini sangat penting untuk mengenali tanda-tanda keputihan abnormal. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Periksa kondisi cairan vagina secara rutin, terutama warna, bau, tekstur, dan rasa tidak nyaman yang muncul.
  • Lakukan tes Pap smear atau tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara berkala untuk mendeteksi adanya infeksi atau kelainan pada leher rahim.
  • Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala keputihan abnormal disertai demam, nyeri panggul, atau pendarahan di luar siklus menstruasi.
  • Bagi yang aktif secara seksual, lakukan tes IMS secara rutin dan pastikan pasangan juga melakukan tes.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Sementara itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah keputihan abnormal antara lain:

  • Menjaga kebersihan area kewanitaan dengan benar, hindari membersihkan bagian dalam vagina.
  • Memakai pakaian dalam yang menyerap keringat dan celana tidak ketat.
  • Tidak melakukan douching atau pembilasan vagina secara berlebihan.
  • Hindari penggunaan sabun atau produk kebersihan dengan bahan iritan.
  • Membatasi jumlah dan berganti pasangan seksual.
  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Menghindari faktor risiko seperti stres berlebih dan diabetes yang tidak terkontrol.
  • Mengkonsumsi yogurt probiotik untuk menjaga keseimbangan flora di vagina.

Dengan melakukan deteksi dini dan pencegahan, risiko terkena keputihan abnormal dapat dikurangi. Jaga terus kesehatan organ reproduksi agar terhindar dari berbagai komplikasi serius.

Kesimpulan

Keputihan merupakan kondisi sangat umum dialami wanita. Meski begitu, tidak semua keputihan berarti normal. Perubahan pada karakteristik cairan vagina bisa menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan kesehatan reproduksi yang perlu ditangani.

Waspadai gejala seperti keputihan berlebih disertai perubahan warna, bau, dan rasa tidak nyaman di vagina. Segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendiagnosis penyebab pastinya.

Dengan penanganan yang tepat, keputihan abnormal bisa sembuh dan risiko komplikasinya bisa dicegah.

13 Fobia Spesifik yang Paling Aneh dan Di luar Nurul!
Insomnia adalah Gangguan Tidur: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Self-Diagnosis? Pengertian, Risiko, dan Cara Menghindarinya
GERD adalah: Gejala, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kadar Asam Urat Normal: Berapa Angka Idealnya?
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article cnblue CNBlue Sukses Gelar Konser Spektakuler di Jakarta, Boice Indonesia Histeris!
Next Article keputihan saat hamil Keputihan Saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Latest News

deposito adalah
Pengertian Deposito, Jenis, Untung-Rugi, dan Bedanya dengan Tabungan
Finance
31 Juli 2026
franchise
Pengertian Franchise, Sistem, Keuntungan, dan Contohnya
Lifestyle
30 Juli 2026
split bill
Apa Itu Split Bill? Arti, Sejarah, Manfaat, dan Cara Melakukannya
Lifestyle
30 Juli 2026
distorsi adalah
Distorsi Adalah Penyimpangan? Memahami Arti, Jenis, dan Contohnya di Berbagai Bidang
Dictionary
30 Juli 2026
pace adalah
Manfaat Pace dalam Lari, Cara Menghitung, dan Meningkatkannya
Lifestyle
29 Juli 2026
sleep apnea
Sering Mendengkur Keras? Waspada Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Mengancam Kesehatan
Health
29 Juli 2026
cara mengembalikan foto yang terhapus permanen di hp
Foto Terhapus Permanen di HP? Jangan Panik! Ini Cara Mengembalikannya (Edisi 2026)
Techno
28 Juli 2026

You Might Also Like

keputihan saat hamil
Health

Keputihan Saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

12 Mei 2025
manfaat cuka apel
Health

12 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan: Gula Darah Hingga Kulit Glowing!

2 Juni 2025
leukosit adalah
Health

Leukosit adalah Prajurit Tubuh: Fungsi, Jenis, dan Kadar Normal yang Wajib Diketahui

16 Juni 2025
panic disorder dan agorafobia
Health

Panic Disorder dan Agorafobia: Apa Bedanya? Ketahui di Sini!

12 Mei 2025

anjirnews
Mengungkap fakta menarik dibalik berita.

Tag Cloud

arti kata asn ayam ayam hias bahasa gaul bahasa jawa bansos bansos sembako bbm bgn bi checking bisnis blt blt kesra bni bpjs kesehatan bpjs ketenagakerjaan bpnt bri bsu bsu guru kemenag cek bansos cloudflare cng contoh pidato coretax cpns 2026 cuaca cuti bersama dana desil dokumen kependudukan dtsen fenomena alam free fire gaji gaji pns games gaya hidup gopay guru hukum islami istilah kata bijak kesehatan kip kjp plus kks klj komik kpj kumpulan kata kur kur bri liburan lokasi manga manhwa modal usaha motis motivasi mudik mudik gratis muduk gratis nataru nisn npwp pajak pantun paylater pengertian peringatan pinjol pip pkh pns ppg pppk presentasi psikologi puasa shopee paylater style surat keterangan tanah tanggal tata negara tekno terkaya thr tiktok tpg transfer trigliserida ump unggas virus nipah whatsapp xiaomi

Navigation

  • Education
  • Trending
  • Lifestyle
  • Bansos
  • Dictionary
  • Family
  • Finance
© 2026 AnjirNews
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?