AnjirInside!AnjirInside!AnjirInside!
  • Politik
    • Hukum
    • Birokrasi
    • Desa
  • Ekonomi
    • Dunia Kerja
  • Feeds
    • Kesehatan
    • Relationship
    • Environment
    • Islami
    • Sosial
  • Pendidikan
    • Literasi
  • Tekno
    • Tekno
  • News
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
AnjirInside!AnjirInside!
Font ResizerAa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Feeds
  • Pendidikan
  • Tekno
  • News
Search
  • Politik
    • Hukum
    • Birokrasi
    • Desa
  • Ekonomi
    • Dunia Kerja
  • Feeds
    • Kesehatan
    • Relationship
    • Environment
    • Islami
    • Sosial
  • Pendidikan
    • Literasi
  • Tekno
    • Tekno
  • News
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
AnjirInside! > Blog > Feeds > Arti Pathetic, Asal-usul, dan Contoh Penggunaannya
Feeds

Arti Pathetic, Asal-usul, dan Contoh Penggunaannya

Rendy Mahardika
Last updated: 27/06/2026 04:45
Rendy Mahardika
Published: 27/06/2026
7 Min Read
Share
pathetic adalah
SHARE

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Usahanya payah banget, pathetic!” atau melihat komentar di media sosial yang melabeli sesuatu sebagai pathetic? Kata ini sangat sering digunakan, tetapi apa sebenarnya arti pathetic? Secara singkat, pathetic adalah kata sifat yang artinya menyedihkan atau tidak memadai, sering kali hingga menimbulkan rasa kasihan, tetapi dalam penggunaan modern, lebih sering bermakna ejekan untuk sesuatu yang dianggap sangat lemah atau mengecewakan.

Kata ini memiliki dua sisi: satu sisi yang menyentuh perasaan iba, dan sisi lain yang bernada cemoohan. Dulu, kata ini lebih dekat dengan makna “mampu menggerakkan emosi”, namun kini lebih sering kita dengar sebagai kritik tajam.

Artikel ini akan membawa Anda menelusuri perjalanan kata pathetic, mulai dari akarnya di Yunani kuno, pergeseran maknanya yang drastis, hingga perbedaannya dengan kata lain yang mirip. Mari kita bedah tuntas agar Anda tidak salah lagi dalam mengartikan atau menggunakannya.

Daftar Isi

Toggle
  • Dari Mana Kata Pathetic Berasal? Jejaknya dari Yunani Kuno
  • Pergeseran Makna: Kok Bisa Jadi Kata Ejekan?
  • Dua Wajah ‘Pathetic’ dalam Penggunaan Modern
    • 1. Menyebabkan Rasa Iba (Arousing Pity)
    • 2. Ejekan dan Kritik (Mockery and Criticism)
  • Bedanya Pathetic dan Pitiful, Jangan Sampai Tertukar!
  • Fakta Menarik: Apa Itu Pathetic Fallacy?
  • Kesimpulan: Jadi, Pathetic Itu Apa?

Dari Mana Kata Pathetic Berasal? Jejaknya dari Yunani Kuno

Untuk memahami makna sebuah kata, sering kali kita perlu kembali ke akarnya. Kata pathetic punya sejarah yang sangat panjang dan menarik, berawal dari ribuan tahun lalu di Yunani.

Akar katanya adalah pathos (πάθος), sebuah kata Yunani yang berarti “penderitaan”, “perasaan”, atau “emosi”. Dari pathos, muncul kata sifat pathētikos, yang berarti “mampu merasakan emosi” atau “sensitif”. Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Latin Akhir sebagai patheticus, lalu ke bahasa Prancis menjadi pathétique, dan akhirnya masuk ke bahasa Inggris sekitar tahun 1590-an.

Baca Juga:  Yapping Adalah? Kupas Tuntas Arti Kata Gaul yang Viral di TikTok

Pada awalnya, makna pathetic jauh dari negatif. Kata ini digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang “mampu menggerakkan atau memengaruhi emosi”. Sebuah karya seni atau cerita yang pathetic adalah karya yang berhasil menyentuh hati dan perasaan penontonnya.

Pergeseran Makna: Kok Bisa Jadi Kata Ejekan?

Lalu, bagaimana kata yang awalnya netral ini bisa berubah menjadi ejekan? Fenomena ini dalam studi bahasa disebut pergeseran makna atau, lebih spesifik lagi, peyorasi, yaitu ketika makna sebuah kata berubah menjadi lebih negatif dari waktu ke waktu.

Perubahan makna pathetic terjadi secara bertahap:

  1. Sekitar tahun 1737: Maknanya mulai bergeser menjadi “membangkitkan rasa kasihan, kesedihan, atau duka”. Di sini, kata ini masih berhubungan dengan emosi simpati.
  2. Sekitar tahun 1937: Makna informal yang kita kenal sekarang mulai muncul, yaitu “sangat menyedihkan hingga konyol” atau “sangat tidak memadai”.

Para ahli bahasa berpendapat pergeseran ini mungkin terkait dengan perubahan budaya. Dalam masyarakat yang sangat menghargai kemandirian dan kekuatan, sesuatu yang membangkitkan rasa kasihan (pity) bisa dianggap sebagai tanda kelemahan. Perasaan kasihan itu kemudian berubah menjadi rasa jijik atau cemoohan (contempt). Jadi, alih-alih bersimpati, orang justru menganggap kondisi tersebut “menyedihkan” dalam artian yang merendahkan.

Ilustrasi perbedaan bahasa formal dan informal1

Dua Wajah ‘Pathetic’ dalam Penggunaan Modern

Saat ini, pathetic memiliki dua makna utama yang penggunaannya sangat bergantung pada konteks. Memahaminya akan membantu Anda menangkap nuansa percakapan.

1. Menyebabkan Rasa Iba (Arousing Pity)

Ini adalah makna yang lebih klasik dan formal. Dalam konteks ini, pathetic digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang benar-benar menyedihkan dan membuat kita merasa kasihan atau simpati.

  • Contoh: “The starving children were a pathetic sight.” (Anak-anak yang kelaparan itu adalah pemandangan yang menyedihkan).
  • Contoh: “A pathetic little dog with a curly tail.” (Seekor anjing kecil yang menyedihkan dengan ekor keriting).
Baca Juga:  Chill Artinya Apa? Membedah Makna Kata Gaul yang Jadi Mantra Gen Z

2. Ejekan dan Kritik (Mockery and Criticism)

Ini adalah makna yang paling umum dalam percakapan informal dan bahasa gaul. Di sini, pathetic adalah sebuah penghinaan yang berarti lemah, tidak berhasil, payah, atau sangat tidak memadai.

  • Contoh: “That was a pathetic excuse.” (Itu alasan yang payah).
  • Contoh: “His performance was so pathetic that the audience felt embarrassed.” (Penampilannya sangat buruk sehingga penonton ikut merasa malu).

Bedanya Pathetic dan Pitiful, Jangan Sampai Tertukar!

Banyak yang bingung antara pathetic dan pitiful. Keduanya memang bisa berarti “menyedihkan”, tetapi nuansanya berbeda. Pitiful lebih netral dan cenderung membangkitkan simpati tulus, sementara pathetic lebih sering bernada menghina.

Berikut perbandingannya:

FiturPatheticPitiful
Nuansa UtamaSeringkali menghina, merendahkan, dan menunjukkan rasa jijik (contempt).Lebih netral, cenderung membangkitkan rasa kasihan dan simpati tulus.
FokusMenekankan pada kelemahan, kegagalan, dan ketidakmampuan yang menyedihkan.Menekankan pada situasi malang atau kondisi yang pantas dikasihani.
Contoh“Usahamu untuk berbohong itu pathetic.” (Mengkritik usaha yang buruk).“Anak anjing yang ditinggalkan itu terlihat pitiful.” (Menunjukkan simpati).

Aturan praktisnya: Sesuatu yang pathetic sering kali juga pitiful, tetapi sesuatu yang pitiful belum tentu pathetic.

Fakta Menarik: Apa Itu Pathetic Fallacy?

Uniknya, ada istilah sastra yang menggunakan kata pathetic dalam makna aslinya, yaitu pathetic fallacy . Ini bukan berarti “kesalahan yang menyedihkan”.

Pathetic fallacy adalah gaya bahasa di mana penulis memberikan emosi manusia pada alam atau benda mati untuk mencerminkan suasana hati karakter.

Nama ini berasal dari:

  • Pathetic: Dari pathos, yang berarti “emosi”.
  • Fallacy: Dalam konteks ini berarti “kepalsuan”, karena secara harfiah alam tidak memiliki emosi.
Baca Juga:  Oligarki adalah: Memahami Sistem Kekuasaan yang Terpusat pada Segelintir Orang

Contohnya adalah “awan yang murung” saat karakter sedang sedih, atau “badai yang marah” saat terjadi konflik . Ini adalah teknik yang sering digunakan dalam karya sastra seperti Macbeth karya Shakespeare atau Frankenstein karya Mary Shelley.

Kesimpulan: Jadi, Pathetic Itu Apa?

Pathetic adalah kata dengan perjalanan makna yang luar biasa. Berawal dari kata netral yang berarti “penuh perasaan”, ia berevolusi menjadi kata yang bisa berarti “pantas dikasihani”, dan kini lebih dominan sebagai kata ejekan untuk sesuatu yang “lemah dan payah”.

Kunci untuk memahaminya adalah konteks. Saat Anda mendengar atau membaca kata ini, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini digunakan untuk menggambarkan pemandangan yang benar-benar menyedihkan dan membangkitkan simpati, atau digunakan sebagai kritik tajam dalam percakapan informal? Dengan memahami kedua sisinya, Anda tidak akan lagi salah mengartikan kata yang kompleks ini.

TAGGED:arti katapengertian
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article hustle culture adalah Hustle Culture adalah Jebakan Produktivitas? Kenali Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Next Article ghibah adalah Ghibah Artinya Apa? Memahami Bahaya Dosa Lisan dalam Islam

Latest News

cara cek npwp online
Cara Cek NPWP Online untuk Pribadi & Perusahaan
Ekonomi
ghibah adalah
Ghibah Artinya Apa? Memahami Bahaya Dosa Lisan dalam Islam
Islami
hustle culture adalah
Hustle Culture adalah Jebakan Produktivitas? Kenali Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Dunia Kerja
chill artinya
Chill Artinya Apa? Membedah Makna Kata Gaul yang Jadi Mantra Gen Z
Feeds
barakallah fii umrik
Arti Barakallah Fii Umrik, Cara Menjawab dan Contoh Ucapannya
Islami
slogan adalah
Slogan adalah Kunci Branding, Ini Pengertian, Fungsi, dan Contoh Sukses
Feeds

You Might also Like

trias politica
Politik

Trias Politica: Memahami Konsep Pemisahan Kekuasaan dan Penerapannya

11 Min Read
rpjmdes adalah
Desa

RPJMDes adalah Instrumen Vital Perencanaan Partisipatif di Level Desa

7 Min Read
defensif adalah
Feeds

Defensif Adalah Mekanisme Pertahanan Diri, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

6 Min Read

anjir inside

Membahas sisi mendalam dari isu-isu populer

Top News

ucapan ulang tahun Islami
30 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Anak, Istri, dan Suami Paling Menyentuh dan Penuh Makna
Islami
nomor ijazah
Mengenal Nomor Ijazah SMA dan SMK: Letak, Cara Cek, dan Fungsinya
Pendidikan

Top Categories

  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Dunia Kerja
  • Sosial
  • Feeds
© 2026 AnjirInside! All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber