AnjirNewsAnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Food
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Font ResizerAa
Font ResizerAa
AnjirNewsAnjirNews
  • Lifestyle
  • Education
  • Health
  • Trending
  • Inside
  • Tekno
Search
  • Lifestyle
    • Relationship
    • Beauty
    • Travel
    • Food
    • Finance
    • Job
    • Entertainment
    • Religi
    • Family
  • Education
    • Dictionary
    • Law
    • Culture
  • Health
  • Trending
    • Review
    • Hobbies
    • Pets
    • Auto
    • Techno
    • Bansos
    • Tips
  • Inside
  • Tekno
Follow US
AnjirNews > Blog > Education > Taksonomi Bloom dan 6 Tingkatan Kemampuan Berpikir
Education

Taksonomi Bloom dan 6 Tingkatan Kemampuan Berpikir

Last updated: 23 Agustus 2026 12:44
Fajar Nugraha
Published: 23 Agustus 2026
9 Min Read
Share
taksonomi bloom
SHARE

Taksonomi Bloom adalah kerangka untuk mengelompokkan tujuan belajar berdasarkan tingkat kemampuan berpikir. Kerangka ini membantu guru, pelatih, mahasiswa, hingga karyawan memahami apa yang perlu dipelajari dan sejauh apa pemahaman harus dicapai—mulai dari mengingat fakta sampai menciptakan solusi baru.

Bayangkan belajar sebagai menaiki tangga. Seseorang biasanya perlu mengenali informasi terlebih dahulu, memahaminya, lalu menggunakannya sebelum mampu mengkritisi atau menciptakan sesuatu yang baru. Inilah alasan Taksonomi Bloom masih banyak dipakai dalam penyusunan kurikulum, pelatihan kerja, aktivitas kelas, dan soal evaluasi.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Taksonomi Bloom?
  • Sejarah Singkat dan Revisi Taksonomi Bloom
  • Enam Tingkatan Taksonomi Bloom dan Contohnya
    • 1. Mengingat
    • 2. Memahami
    • 3. Menerapkan
    • 4. Menganalisis
    • 5. Mengevaluasi
    • 6. Mencipta
  • Dimensi Pengetahuan dalam Taksonomi Bloom Revisi
  • Mengapa Taksonomi Bloom Penting?
  • Contoh Penerapan Taksonomi Bloom dalam Pembelajaran
  • Taksonomi Bloom dalam Dunia Kerja
  • Cara Menggunakan Taksonomi Bloom untuk Menyusun Tujuan Belajar
  • Kesimpulan

Apa Itu Taksonomi Bloom?

Taksonomi Bloom pertama kali dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom dan timnya pada 1956. Pada awalnya, kerangka ini dirancang untuk membantu pendidik menyusun tujuan pendidikan dan alat penilaian yang lebih terarah.

Kini, Taksonomi Bloom digunakan untuk memastikan pembelajaran tidak berhenti pada hafalan. Peserta didik juga diarahkan untuk memahami makna, menerapkan ilmu, menganalisis masalah, mengevaluasi pilihan, hingga menghasilkan karya atau solusi.

Secara umum, Taksonomi Bloom mencakup tiga ranah pembelajaran:

  • Kognitif, yaitu kemampuan berpikir dan mengolah pengetahuan.
  • Afektif, yaitu sikap, nilai, minat, dan respons emosional.
  • Psikomotorik, yaitu keterampilan fisik, koordinasi, dan praktik.

Dalam praktik pendidikan sehari-hari, ranah kognitif paling sering digunakan karena berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, dan penyusunan soal.

kko taksonomi bloom
Ilustrasi tiga ranah Taksonomi Bloom

Sejarah Singkat dan Revisi Taksonomi Bloom

Versi asli Taksonomi Bloom pada ranah kognitif memakai enam kategori: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Pada 2001, Lorin Anderson dan David Krathwohl memperbaruinya. Perubahan paling penting adalah penggunaan kata kerja aktif, sehingga fokusnya bukan sekadar apa yang diketahui peserta didik, tetapi apa yang mampu mereka lakukan.

Baca Juga:  Playing Victim: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Berikut perbandingannya:

Taksonomi Bloom AsliRevisi Taksonomi Bloom
PengetahuanMengingat
PemahamanMemahami
PenerapanMenerapkan
AnalisisMenganalisis
SintesisMengevaluasi
EvaluasiMencipta

Dalam versi revisi, posisi tertinggi bukan lagi evaluasi, melainkan mencipta. Artinya, puncak belajar terlihat saat seseorang mampu menggabungkan pengetahuan dan menghasilkan ide, produk, strategi, atau solusi yang baru.

Enam Tingkatan Taksonomi Bloom dan Contohnya

1. Mengingat

Pada tahap ini, peserta didik mengambil kembali informasi dari ingatan. Bentuknya dapat berupa menyebutkan, mengenali, mengidentifikasi, atau mencatat fakta.

Contoh:

  • Menyebutkan nama planet dalam tata surya.
  • Menghafal definisi fotosintesis.
  • Menuliskan rumus luas persegi panjang.

Kata kerja yang sering digunakan: menyebutkan, mendefinisikan, mengenali, mencatat, memilih, mengidentifikasi.

2. Memahami

Memahami berarti mampu menjelaskan makna informasi dengan bahasa sendiri. Peserta didik tidak hanya tahu fakta, tetapi juga mengerti hubungan atau ide di baliknya.

Contoh:

  • Menjelaskan mengapa tumbuhan membutuhkan cahaya matahari.
  • Merangkum isi sebuah artikel.
  • Membandingkan perbedaan cuaca dan iklim.

Kata kerja yang dapat digunakan: menjelaskan, merangkum, mengklasifikasikan, membandingkan, menafsirkan.

3. Menerapkan

Tahap menerapkan berarti menggunakan pengetahuan atau prosedur dalam situasi tertentu. Di sinilah teori mulai dipraktikkan.

Contoh:

  • Menggunakan rumus matematika untuk menghitung luas tanah.
  • Menerapkan SOP keselamatan kerja di laboratorium.
  • Memakai teknik komunikasi yang dipelajari saat melakukan presentasi.

Kata kerja yang umum: menggunakan, menghitung, mempraktikkan, mendemonstrasikan, menjalankan.

4. Menganalisis

Menganalisis adalah kemampuan memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil dan melihat hubungan di antaranya. Tahap ini penting untuk berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Contoh:

  • Menganalisis penyebab penjualan produk menurun.
  • Mengidentifikasi fakta dan opini dalam berita.
  • Membandingkan dua strategi pemasaran berdasarkan data.

Kata kerja yang relevan: menganalisis, membedakan, menguraikan, mengelompokkan, menghubungkan.

5. Mengevaluasi

Mengevaluasi berarti membuat penilaian dengan kriteria atau standar yang jelas. Penilaian yang baik harus disertai alasan, bukti, atau pertimbangan.

Contoh:

  • Menilai apakah sebuah kampanye iklan efektif.
  • Memberi masukan terhadap hasil presentasi teman.
  • Memilih solusi terbaik untuk mengatasi masalah berdasarkan biaya dan dampaknya.

Kata kerja yang sering digunakan: menilai, mengkritik, mempertimbangkan, membuktikan, merekomendasikan.

6. Mencipta

Mencipta adalah kemampuan menggabungkan informasi, pengalaman, dan ide untuk menghasilkan sesuatu yang orisinal. Hasilnya dapat berupa karya, rancangan, strategi, atau solusi.

Baca Juga:  Pengertian Metabolisme, Cara Kerja, dan Faktor yang Memengaruhinya

Contoh:

  • Membuat proposal bisnis sederhana.
  • Merancang eksperimen sains.
  • Menyusun strategi kampanye media sosial.
  • Menciptakan cerita pendek dengan teknik narasi tertentu.

Kata kerja yang cocok: merancang, membuat, mengembangkan, menyusun, menciptakan, memproduksi.

Dimensi Pengetahuan dalam Taksonomi Bloom Revisi

Revisi Anderson dan Krathwohl tidak hanya membahas tingkat berpikir. Kerangka ini juga mengenalkan empat jenis pengetahuan yang dipelajari peserta didik.

Jenis PengetahuanPenjelasan SederhanaContoh
FaktualIstilah, detail, dan informasi dasarNama tokoh, tanggal, definisi
KonseptualHubungan antarkonsep, prinsip, dan teoriSiklus air, hukum permintaan
ProseduralLangkah, teknik, dan metode melakukan sesuatuCara membuat laporan, prosedur eksperimen
MetakognitifKesadaran terhadap cara berpikir dan belajar diri sendiriMenentukan strategi belajar yang paling efektif

Fakta menariknya, pengetahuan metakognitif membuat seseorang tidak hanya belajar materi, tetapi juga memahami bagaimana dirinya belajar. Kemampuan ini sangat berguna saat menghadapi tugas kompleks, ujian, atau proyek jangka panjang.

Mengapa Taksonomi Bloom Penting?

Taksonomi Bloom membantu pembelajaran menjadi lebih terarah. Guru dapat menentukan apakah tujuan pembelajaran cukup sampai “memahami” atau perlu mencapai tahap “mencipta”.

Kerangka ini juga membuat aktivitas belajar dan evaluasi lebih selaras. Jika targetnya siswa mampu menerapkan konsep, maka soal hafalan saja tidak cukup. Perlu ada studi kasus, praktik, simulasi, atau tugas pemecahan masalah.

Manfaat lainnya meliputi:

  • Membantu menyusun tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur.
  • Memudahkan pemilihan metode belajar yang sesuai.
  • Membantu membuat soal dari tingkat dasar hingga HOTS.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan refleksi.
  • Membantu pelatihan karyawan dari pengenalan SOP sampai inovasi kerja.

Contoh Penerapan Taksonomi Bloom dalam Pembelajaran

Misalnya, topik pembelajaran adalah perubahan iklim.

TingkatanContoh Aktivitas atau Pertanyaan
MengingatSebutkan tiga gas rumah kaca.
MemahamiJelaskan dengan bahasa sendiri mengapa emisi dapat meningkatkan suhu bumi.
MenerapkanHitung perkiraan jejak karbon dari aktivitas harian sederhana.
MenganalisisAnalisis penyebab utama peningkatan emisi di sebuah kota.
MengevaluasiNilai efektivitas kebijakan pembatasan kantong plastik.
MenciptaRancang kampanye sekolah untuk mengurangi sampah plastik.

Contoh ini menunjukkan bahwa satu topik dapat dipelajari secara bertahap. Peserta didik tidak langsung diminta membuat kampanye sebelum mengenal konsep dasar dan memahami masalahnya.

Baca Juga:  Manfaat Pace dalam Lari, Cara Menghitung, dan Meningkatkannya

Taksonomi Bloom dalam Dunia Kerja

Taksonomi Bloom tidak hanya relevan di sekolah atau kampus. Dalam pelatihan karyawan, kerangka ini dapat membantu perusahaan mengembangkan kompetensi secara bertahap.

Contohnya pada pelatihan layanan pelanggan:

  • Mengingat: karyawan mengenali kebijakan layanan dan skrip dasar.
  • Memahami: karyawan menjelaskan alasan di balik prosedur layanan.
  • Menerapkan: karyawan menangani percakapan pelanggan sesuai SOP.
  • Menganalisis: karyawan mengidentifikasi penyebab keluhan berulang.
  • Mengevaluasi: karyawan menilai efektivitas solusi yang digunakan.
  • Mencipta: karyawan mengusulkan perbaikan alur layanan pelanggan.

Dengan pendekatan ini, pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Perusahaan dapat mengukur apakah pembelajaran benar-benar berubah menjadi kinerja dan inovasi.

Cara Menggunakan Taksonomi Bloom untuk Menyusun Tujuan Belajar

Gunakan rumus sederhana berikut:

Peserta didik + kata kerja terukur + materi atau konteks + hasil yang diharapkan

Contoh tujuan yang masih terlalu umum:

Siswa memahami energi terbarukan.

Tujuan tersebut lebih jelas jika ditulis seperti ini:

Siswa mampu menganalisis kelebihan dan keterbatasan energi surya dan energi angin berdasarkan data sederhana.

Kata “menganalisis” menunjukkan tingkat kemampuan yang ingin dicapai. Sementara konteks dan bukti yang digunakan membuat tujuan lebih mudah dinilai.

Kesimpulan

Taksonomi Bloom adalah panduan praktis untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hafalan. Dalam versi revisinya, terdapat enam tingkat berpikir: mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Kerangka ini berguna bagi guru, siswa, pelatih, dan organisasi untuk menyusun tujuan, aktivitas, serta evaluasi yang selaras. Gunakan Taksonomi Bloom sebagai peta: mulai dari fondasi pengetahuan, lalu arahkan pembelajaran menuju kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, dan penciptaan solusi baru.

Apa Itu SKCK? Ini Syarat, Biaya, Cara Membuat Online & Offline
Mengenal Arti Preferensi: Bagaimana Pilihan Konsumen Terbentuk?
Pendaftaran PKN STAN 2024: Jadwal, Syarat, dan Panduan Lengkap
Sudah Cair! BSU Guru Madrasah Non PNS 2026, Ini Syarat, Nominal & Cek Penerima
Asesmen Diagnostik: Langkah Awal Menuju Pembelajaran Efektif
TAGGED:pengertian
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article cara cek desil Cara Cek Desil DTSEN Terbaru Pakai NIK lewat HP Beserta Arti Desilnya
Next Article metabolisme adalah Pengertian Metabolisme, Cara Kerja, dan Faktor yang Memengaruhinya

Latest News

simbg
Apa Itu SIMBG? Ini Fungsi, Syarat Pengajuan PBG, dan Biayanya
Trending
24 Agustus 2026
perlinsos kemensos go id
Perlinsos Kemensos Go ID: Solusi Digital untuk Daftar PKH dan BPNT Lebih Cepat
Bansos
24 Agustus 2026
playing victim
Playing Victim: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya
Relationship
23 Agustus 2026
metabolisme adalah
Pengertian Metabolisme, Cara Kerja, dan Faktor yang Memengaruhinya
Health
23 Agustus 2026
cara cek desil
Cara Cek Desil DTSEN Terbaru Pakai NIK lewat HP Beserta Arti Desilnya
Bansos Uncategorized
22 Agustus 2026
npc adalah
Mengenal Arti NPC di Anime, Game, dan Bahasa Gaul
Dictionary
21 Agustus 2026
patriarki adalah
Apa Itu Patriarki? Pengertian, Contoh, dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari
Culture
20 Agustus 2026
wishlist artinya
Wishlist Artinya Apa? Ini Arti, Manfaat, dan Cara Menggunakannya
Lifestyle
20 Agustus 2026

You Might Also Like

pip cair
Education

PIP November 2025 Cair! Segera Cek Nama Penerima Bantuan Rp1,8 Juta Lewat HP

4 Agustus 2026
remunerasi adalah
Job

Remunerasi Adalah Apa? Kenali Pengertian, Jenis, dan Contohnya

15 Agustus 2026
alasan dana pip dicabut
Education

Awas! Dana PIP Bisa Dicabut, Ini 7 Penyebab Utama Bantuan Pendidikan Dibatalkan

16 Desember 2025
insentif guru honorer
Education

Cair Bulan Ini! Insentif Guru Honorer Rp1,8 Juta, Cek Syaratnya

16 September 2025

anjirnews
Mengungkap fakta menarik dibalik berita.

Tag Cloud

arti kata asn ayam ayam hias bahasa gaul bahasa jawa bansos bansos sembako bbm bgn bi checking bisnis blt blt kesra bpjs kesehatan bpjs ketenagakerjaan bpnt bri bsu bsu guru kemenag cek bansos cloudflare cng contoh pidato coretax cpns 2026 cuaca dana desil dokumen kependudukan dtsen fenomena alam free fire gaji gaji pns games gaya hidup gopay guru hukum instagram islami istilah kata bijak kesehatan kip kjp plus kks klj komik kpj kumpulan kata kur kur bri liburan lokasi manga manhwa mcd modal usaha motis motivasi mudik muduk gratis nataru nisn npwp pajak pantun paylater pengertian peringatan perlinsos pinjol pip pkh pns ppg pppk presentasi psikologi puasa shopee paylater style surat keterangan tanah tata negara tekno terkaya thr tiktok tpg transfer trigliserida ucapan ump unggas virus nipah whatsapp xiaomi

Navigation

  • Education
  • Trending
  • Lifestyle
  • Bansos
  • Dictionary
  • Family
  • Finance
© 2026 AnjirNews
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?