Memasuki awal tahun 2026, majalah bisnis ternama Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia melalui Real Time Billionaires List. Peringkat ini selalu dinanti, menunjukkan pergerakan dinamis para konglomerat yang kekayaannya berfluktuasi seiring denyut pasar saham dan geliat bisnis. Lantas, siapa yang berhasil menduduki tahta puncak di awal tahun ini?
Jawabannya adalah Prajogo Pangestu. Pendiri Grup Barito Pacific ini kokoh di posisi pertama dengan total kekayaan mencapai US$38,9 miliar, atau setara dengan Rp 649 triliun per 1 Januari 2026. Angka fantastis ini menempatkannya jauh di atas para pesaingnya dan menegaskan dominasinya di lanskap ekonomi Indonesia.
Daftar ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga cerminan dari sektor-sektor industri yang menjadi motor penggerak ekonomi Tanah Air, mulai dari petrokimia, pertambangan batu bara, perbankan, hingga teknologi pusat data yang kian meroket. Mari kita telusuri lebih dalam siapa saja yang masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia pada awal tahun 2026.
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Awal Januari 2026
Berikut adalah daftar lengkap 10 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes pada awal Januari 2026, beserta sumber kekayaan utama mereka .
1. Prajogo Pangestu

- Kekayaan Bersih: US$38,9 miliar (sekitar Rp 649 triliun) .
- Sumber Kekayaan: Petrokimia, energi.
Prajogo Pangestu, yang lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, memulai kariernya dari bawah. Putra seorang pedagang karet ini merintis bisnisnya di industri perkayuan pada akhir 1970-an dengan Barito Pacific Timber.
Kini, melalui Grup Barito Pacific, gurita bisnisnya merambah ke sektor petrokimia melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk dan energi terbarukan melalui PT Barito Renewables Energy Tbk. Kekayaannya yang meroket tajam dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh kinerja saham perusahaan-perusahaannya yang cemerlang di bursa.
2. Low Tuck Kwong
- Kekayaan Bersih: US$22,2 miliar (sekitar Rp 370 triliun).
- Sumber Kekayaan: Batu bara .
Di posisi kedua ada “raja batu bara” Low Tuck Kwong. Pengusaha kelahiran Singapura ini adalah pendiri PT Bayan Resources, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Ia juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Metis Energy yang berbasis di Singapura.
3. Robert Budi Hartono
- Kekayaan Bersih: US$21,5 miliar (sekitar Rp 358 triliun).
- Sumber Kekayaan: Perbankan, tembakau.
Bersama saudaranya, Michael Hartono, Robert Budi Hartono telah lama menjadi langganan di puncak daftar orang terkaya Indonesia. Sumber utama kekayaannya berasal dari kepemilikan saham mayoritas di PT Bank Central Asia (BCA) dan grup produsen rokok Djarum.
4. Michael Hartono

- Kekayaan Bersih: US$20,7 miliar (sekitar Rp 345 triliun).
- Sumber Kekayaan: Perbankan, tembakau.
Michael Hartono, atau yang akrab disapa Bambang Hartono, adalah kakak dari Robert Budi Hartono. Keduanya bahu-membahu membangun dan mengembangkan Djarum Group serta melakukan investasi strategis di BCA yang kini menjadi salah satu bank terbesar di Asia Tenggara.
5. Sri Dato Tahir & Keluarga
- Kekayaan Bersih: US$10,8 miliar (sekitar Rp 180 triliun).
- Sumber Kekayaan: Diversifikasi (perbankan, kesehatan, real estate).
Tahir adalah pendiri Mayapada Group, sebuah konglomerasi yang bergerak di berbagai bidang, termasuk perbankan, layanan kesehatan (Rumah Sakit Mayapada), media, dan properti. Lahir di Surabaya, ia dikenal sebagai seorang filantropis ulung.
6. Haryanto Tjiptodiharjo
- Kekayaan Bersih: US$8,9 miliar (sekitar Rp 148 triliun).
- Sumber Kekayaan: Manufaktur.
Nama Haryanto Tjiptodiharjo melesat ke peringkat enam, menggeser beberapa nama besar lainnya. Ia adalah Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bahan bangunan dan plastik.
7. Otto Toto Sugiri
- Kekayaan Bersih: US$8,7 miliar (sekitar Rp 145 triliun).
- Sumber Kekayaan: Pusat data (Data Center).
Sering dijuluki “Bill Gates-nya Indonesia”, Otto Toto Sugiri adalah salah satu pendiri dan CEO PT DCI Indonesia Tbk (DCII), pelopor pusat data Tier IV pertama di Asia Tenggara. Lonjakan saham DCII dalam beberapa tahun terakhir turut melambungkan kekayaannya.
8. Sri Prakash Lohia
- Kekayaan Bersih: US$8,0 miliar (sekitar Rp 133 triliun).
- Sumber Kekayaan: Petrokimia, tekstil.
Sri Prakash Lohia adalah pendiri Indorama Corporation, raksasa global di bidang produksi petrokimia dan tekstil. Meskipun berbasis di London, ia memulai bisnisnya di Indonesia dan masih memegang kewarganegaraan Indonesia.
9. Marina Budiman
- Kekayaan Bersih: US$6,2 miliar (sekitar Rp 103 triliun).
- Sumber Kekayaan: Pusat data (Data Center).
Marina Budiman adalah rekan Otto Toto Sugiri dalam mendirikan DCI Indonesia. Sebagai Presiden Komisaris perusahaan, ia menjadi salah satu wanita terkaya di Indonesia berkat kesuksesan bisnis pusat data yang permintaannya terus meningkat di era digital.
10. Hermanto Tanoko
- Kekayaan Bersih: US$5,6 miliar (sekitar Rp 93 triliun).
- Sumber Kekayaan: Cat, properti.
Di posisi kesepuluh ada Hermanto Tanoko, yang mengendalikan Tancorp, sebuah konglomerat dengan portofolio bisnis yang luas, mulai dari manufaktur, ritel, hingga properti. Salah satu permata dalam bisnisnya adalah Avia Avian, salah satu produsen cat terbesar di Indonesia.
Fakta Menarik: Kekayaan yang Naik Turun dalam Sekejap
Salah satu hal yang membuat daftar Real Time Billionaires dari Forbes begitu menarik adalah sifatnya yang sangat dinamis. Nilai kekayaan para konglomerat ini diperbarui setiap lima menit selama jam perdagangan bursa saham.
Sebagai contoh, pada 29 Desember 2025, kekayaan Prajogo Pangestu tercatat melonjak sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp 25 triliun hanya dalam satu hari. Lonjakan drastis ini menunjukkan betapa eratnya kekayaan mereka terikat pada pergerakan harga saham perusahaan publik yang mereka miliki. Fluktuasi harian ini menjadi bukti nyata volatilitas pasar dan bagaimana keuntungan atau kerugian besar dapat terjadi dalam sekejap mata.
Siapa Berikutnya di Puncak Kekayaan Indonesia?
Prajogo Pangestu mengawali tahun 2026 sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia, sebuah pencapaian luar biasa yang didorong oleh strategi bisnisnya yang jitu di sektor energi dan petrokimia. Daftar 10 besar ini juga menyoroti dominasi sektor sumber daya alam (batu bara), perbankan, dan kebangkitan sektor teknologi, khususnya pusat data.
Peringkat ini akan terus berubah seiring waktu. Namun, untuk saat ini, para taipan inilah yang berada di puncak piramida kekayaan Indonesia, membentuk lanskap ekonomi dan investasi di negara ini.
