AnjirInside!AnjirInside!AnjirInside!
  • Politik
    • Hukum
    • Birokrasi
    • Desa
  • Ekonomi
    • Dunia Kerja
  • Feeds
    • Kesehatan
    • Relationship
    • Environment
    • Islami
    • Sosial
  • Pendidikan
    • Literasi
  • Tekno
    • Tekno
  • News
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: BUMDesma adalah Wadah Usaha Kolektif Antar Desa
Share
Font ResizerAa
AnjirInside!AnjirInside!
Font ResizerAa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Feeds
  • Pendidikan
  • Tekno
  • News
Search
  • Politik
    • Hukum
    • Birokrasi
    • Desa
  • Ekonomi
    • Dunia Kerja
  • Feeds
    • Kesehatan
    • Relationship
    • Environment
    • Islami
    • Sosial
  • Pendidikan
    • Literasi
  • Tekno
    • Tekno
  • News
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
AnjirInside! > Blog > Desa > BUMDesma adalah Wadah Usaha Kolektif Antar Desa
Desa

BUMDesma adalah Wadah Usaha Kolektif Antar Desa

Syahrial Fauzi
Last updated: 28/05/2025 16:12
By Syahrial Fauzi
Share
11 Min Read
bumdesma adalah
SHARE

Badan Usaha Milik Desa Bersama atau BUMDesma adalah sebuah badan usaha yang dibentuk oleh beberapa desa dengan tujuan untuk mengelola potensi ekonomi secara kolektif. Konsep ini diatur dalam Permendagri No. 23 Tahun 2017 tentang Kerjasama Desa. Berbeda dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang hanya dikelola oleh satu desa, BUMDesma melibatkan kolaborasi antar desa untuk menciptakan sinergi dalam pengelolaan sumber daya dan pengembangan usaha. Sebagian atau seluruh modal BUMDesma dimiliki oleh pemerintah desa yang tergabung di dalamnya, menjadikannya sebagai lembaga yang berfungsi baik secara sosial maupun komersial.

BUMDesma hadir sebagai solusi untuk memperkuat perekonomian desa, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya jika dikelola secara individu. Dengan adanya BUMDesma, desa-desa dapat berbagi modal, tenaga kerja, dan ide untuk menciptakan usaha yang lebih besar dan berkelanjutan. BUMDesma berperan untuk memperkuat daya saing ekonomi pedesaan melalui sinergi antarwilayah. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kemandirian desa melalui pengelolaan ekonomi berbasis komunitas.

Dalam praktiknya, BUMDesma tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai lembaga sosial. Artinya, selain mencari keuntungan, BUMDesma juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan pendekatan ini, BUMDesma diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas, seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan desa, dan mendukung program-program pembangunan desa.

Namun, meskipun konsep BUMDesma terdengar menjanjikan, implementasinya memerlukan pemahaman yang mendalam, terutama terkait perbedaan antara BUMDes dan BUMDesma, serta bagaimana BUMDesma LKD (Lembaga Keuangan Desa) berperan dalam ekosistem ini. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai hal-hal tersebut.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu BUMDesma dan Bagaimana Perbedaannya dengan BUMDes?
    • 1. Skala Operasional
    • 2. Kepemilikan Modal
    • 3. Tujuan dan Fungsi
    • 4. Struktur Manajemen
    • 5. Dasar Hukum
  • Peran BUMDesma LKD dalam Ekosistem Ekonomi Desa
  • Tantangan dan Peluang dalam Pengelolaan BUMDesma
  • Contoh Sukses BUMDesma yang Dapat Dijadikan Model
    • 1. BUMDesma LKD Kabupaten Serang
    • 2. BUMDesma Kampung Batik
    • 3. BUMDesma Astha di Kulon Progo
    • 4. Transformasi UPK Eks-PNPM menjadi BUMDesma LKD
    • 5. BUMDesma Iyya Tekki di Sumba Barat
  • Faktor Kunci Keberhasilan BUMDesma
  • Kesimpulan: Mengapa BUMDesma Penting untuk Desa?

Apa Itu BUMDesma dan Bagaimana Perbedaannya dengan BUMDes?

BUMDesma adalah badan usaha yang dibentuk oleh dua desa atau lebih untuk mengelola potensi ekonomi secara bersama-sama. Sementara itu, BUMDes adalah badan usaha yang hanya dikelola oleh satu desa. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada skala operasional dan struktur kepemilikan modal.

Baca Juga:  Babinsa: Garda Terdepan Keamanan dan Pembangunan di Pedesaan Indonesia

1. Skala Operasional

  • BUMDes: Beroperasi di tingkat desa dan fokus pada pengelolaan potensi lokal desa tersebut. Contohnya, pengelolaan pasar desa atau usaha pengolahan hasil pertanian.
  • BUMDesma: Beroperasi di tingkat antar desa, sehingga cakupan usahanya lebih luas. Contohnya, pengelolaan koperasi besar atau usaha transportasi antar desa.

2. Kepemilikan Modal

  • BUMDes: Modal sepenuhnya dimiliki oleh satu desa.
  • BUMDesma: Modal dimiliki secara kolektif oleh desa-desa yang tergabung dalam kerja sama tersebut. Hal ini memungkinkan desa-desa dengan keterbatasan modal untuk tetap berpartisipasi dalam usaha yang lebih besar.

3. Tujuan dan Fungsi

  • BUMDes: Fokus pada pengembangan ekonomi lokal desa.
  • BUMDesma: Selain pengembangan ekonomi, juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antar desa, sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

4. Struktur Manajemen

  • BUMDes: Dikelola oleh tim dari satu desa dengan pengawas dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
  • BUMDesma: Memiliki dewan pengawas gabungan yang terdiri dari perwakilan masing-masing desa mitra. Di Kabupaten Blitar, BUMDesma “Tirta Artha” bahkan melibatkan profesional independen sebagai komisaris.

5. Dasar Hukum

  • BUMDes: Beroperasi berdasarkan Permendesa PDTT No. 4 Tahun 2015.
  • BUMDesma: Merujuk pada Permendagri No. 23 Tahun 2017 tentang Kerjasama Desa. Perbedaan regulasi ini memengaruhi mekanisme pembentukan dan akuntabilitas keuangan.

Peran BUMDesma LKD dalam Ekosistem Ekonomi Desa

Salah satu bentuk implementasi BUMDesma yang cukup populer adalah BUMDesma LKD (Lembaga Keuangan Desa). BUMDesma LKD merupakan transformasi dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) eks-Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Transformasi ini diatur dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 15 Tahun 2021, yang bertujuan untuk mengintegrasikan pengelolaan dana bergulir eks-PNPM ke dalam sistem BUMDesma.

BUMDesma LKD memiliki peran penting dalam menyediakan layanan keuangan mikro bagi masyarakat desa. Beberapa fungsi utama BUMDesma LKD meliputi:

  • Pengelolaan Dana Bergulir: Dana yang sebelumnya dikelola oleh UPK eks-PNPM kini dikelola oleh BUMDesma LKD untuk mendukung usaha mikro masyarakat desa.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Melalui pinjaman modal usaha, BUMDesma LKD membantu masyarakat desa untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah.
  • Penguatan Kelembagaan: Sebagai lembaga keuangan, BUMDesma LKD juga berperan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat desa.

Dengan adanya BUMDesma LKD, desa-desa dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Tantangan dan Peluang dalam Pengelolaan BUMDesma

Meskipun BUMDesma memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian desa, pengelolaannya tidak lepas dari berbagai tantangan. Beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh BUMDesma meliputi:

  • Kurangnya Kapasitas SDM: Banyak pengelola BUMDesma yang belum memiliki keterampilan manajerial dan keuangan yang memadai.
  • Koordinasi Antar Desa: Karena melibatkan lebih dari satu desa, pengambilan keputusan sering kali menjadi lebih kompleks.
  • Keterbatasan Modal Awal: Meskipun modal dimiliki secara kolektif, desa-desa dengan keterbatasan anggaran sering kali kesulitan untuk berkontribusi secara maksimal.
Baca Juga:  Geopolitik adalah? Menguak Hubungan Geografi dan Kekuatan dalam Politik Internasional

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh BUMDesma, seperti:

  • Pengembangan Usaha Berskala Besar: Dengan kolaborasi antar desa, BUMDesma dapat mengelola usaha yang lebih besar dan berkelanjutan.
  • Akses ke Pasar yang Lebih Luas: BUMDesma dapat menjangkau pasar di luar desa, sehingga meningkatkan potensi pendapatan.
  • Dukungan Pemerintah: Pemerintah terus mendorong pengembangan BUMDesma melalui berbagai regulasi dan program pelatihan.

Contoh Sukses BUMDesma yang Dapat Dijadikan Model

BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) telah menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekonomi desa di Indonesia. Beberapa BUMDesma berhasil menunjukkan kinerja yang luar biasa, sehingga dapat dijadikan model bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan potensi ekonomi mereka secara kolektif. Berikut adalah beberapa contoh sukses BUMDesma yang dapat menjadi inspirasi:

1. BUMDesma LKD Kabupaten Serang

BUMDesma di Kabupaten Serang, Banten, telah menjadi percontohan nasional karena keberhasilannya dalam mengelola dana bergulir eks-PNPM melalui transformasi menjadi Lembaga Keuangan Desa (LKD). Lima BUMDesma di wilayah ini, seperti BUMDesma UPK LKD Ciruas dan Ciomas, menunjukkan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Mereka berhasil diaudit oleh akuntan publik, yang menjadi bukti pengelolaan keuangan yang profesional dan terpercaya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tata kelola yang baik adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan usaha.

2. BUMDesma Kampung Batik

BUMDesma Kampung Batik di Jawa Tengah menjadi contoh sukses dalam implementasi kebijakan kerja sama antar desa. BUMDesma ini fokus pada pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal, yaitu batik. Dengan melibatkan masyarakat desa dalam produksi dan pemasaran, BUMDesma ini tidak hanya meningkatkan pendapatan desa tetapi juga melestarikan warisan budaya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan potensi lokal sebagai basis usaha yang berkelanjutan.

3. BUMDesma Astha di Kulon Progo

BUMDesma Astha di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu contoh sukses dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal. BUMDesma ini mengelola berbagai unit usaha, termasuk pengolahan hasil pertanian dan pengelolaan destinasi wisata. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi antar desa, BUMDesma Astha berhasil menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola BUMDesma dalam mencapai tujuan bersama.

Baca Juga:  Pedoman Teknis Penyusunan RKP Desa 2025, Beserta Link Download Pdf

4. Transformasi UPK Eks-PNPM menjadi BUMDesma LKD

Transformasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) eks-PNPM menjadi BUMDesma LKD di berbagai daerah, seperti di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, juga menjadi contoh sukses. Proses transformasi ini memungkinkan pengelolaan dana bergulir yang lebih terstruktur dan profesional. Selain itu, BUMDesma LKD ini berhasil meningkatkan akses masyarakat desa terhadap layanan keuangan mikro, seperti pinjaman modal usaha. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa transformasi kelembagaan yang tepat dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian desa.

5. BUMDesma Iyya Tekki di Sumba Barat

BUMDesma Iyya Tekki di Desa Tebara, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, adalah contoh lain dari keberhasilan BUMDesma dalam mengelola potensi lokal. BUMDesma ini memiliki lima unit usaha, termasuk pengelolaan destinasi wisata, koperasi, dan lumbung desa. Salah satu unit usaha yang paling menonjol adalah lumbung desa, yang membantu para petani dalam menyimpan dan memasarkan hasil panen mereka. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa diversifikasi usaha adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan pendapatan desa dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Faktor Kunci Keberhasilan BUMDesma

Dari contoh-contoh di atas, terdapat beberapa faktor kunci yang mendukung keberhasilan BUMDesma, yaitu:

  • Tata Kelola yang Baik: Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan menjadi fondasi utama keberhasilan.
  • Pemanfaatan Potensi Lokal: Mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal, seperti budaya, hasil pertanian, atau pariwisata, memberikan keunggulan kompetitif.
  • Kolaborasi Antar Desa: Sinergi antar desa memungkinkan pengelolaan usaha yang lebih besar dan berkelanjutan.
  • Dukungan Pemerintah: Bantuan regulasi, pelatihan, dan pendampingan dari pemerintah sangat penting untuk memperkuat kapasitas BUMDesma.
  • Transformasi Kelembagaan: Proses transformasi, seperti dari UPK eks-PNPM menjadi BUMDesma LKD, memberikan struktur yang lebih profesional dan efisien.

Keberhasilan BUMDesma di berbagai daerah menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang baik, kolaborasi yang solid, dan pemanfaatan potensi lokal, desa-desa dapat menciptakan usaha yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Desa-desa lain dapat belajar dari model-model sukses ini untuk mengembangkan BUMDesma mereka sendiri, sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional.

Kesimpulan: Mengapa BUMDesma Penting untuk Desa?

BUMDesma adalah salah satu inovasi dalam pengelolaan ekonomi desa yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan melibatkan lebih dari satu desa, BUMDesma mampu menciptakan sinergi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas antar desa. Melalui BUMDesma LKD, desa-desa juga memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan, yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha mikro dan kecil.

Namun, keberhasilan BUMDesma sangat bergantung pada pengelolaan yang profesional dan kolaborasi yang solid antar desa. Dengan dukungan yang tepat, BUMDesma dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

TAGGED:desapengertian
Share This Article
Facebook Threads Copy Link Print
Previous Article dissenting opinion Mengenal Dissenting Opinion dalam Sistem Peradilan Indonesia
Next Article ekinerja bkn Panduan Lengkap eKinerja BKN untuk Manajemen Kinerja ASN

Latest News

gaslighting adalah
Apa Itu Gaslighting? Definisi, Ciri-Ciri, dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Relationship
sholawat jibril
Mengenal Sholawat Jibril, Amalan Singkat Pembuka Pintu Rezeki
Islami
ciri ciri mobil bekas banjir
Jangan Sampai Tertipu! Ini Ciri-Ciri Mobil Bekas Banjir yang Wajib Anda Tahu
Tekno
perbedaan am dan pm
Ini Perbedaan AM dan PM serta Cara Mudah Mengingatnya
Feeds
portofolio adalah
Apa Itu Portofolio? Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya dari Nol
Dunia Kerja
tka adalah
TKA Adalah Tes Pengganti UN? Kenali Aturan, Jadwal, dan Cara Latihannya!
Pendidikan

You Might also Like

karang taruna adalah
Desa

Karang Taruna Adalah Wadah Pemberdayaan Pemuda untuk Membangun Bangsa

Syahrial Fauzi
Syahrial Fauzi
12 Min Read
amicus curiae
Hukum

Amicus Curiae: Ketika ‘Sahabat Pengadilan’ Turun Tangan di Kasus Nadiem Makarim

Rendy Mahardika
Rendy Mahardika
6 Min Read
legacy adalah
Literasi

Legacy adalah: Makna, Jenis, dan Pentingnya dalam Kehidupan

Syahrial Fauzi
Syahrial Fauzi
8 Min Read

anjir inside

Membahas sisi mendalam dari isu-isu populer

Top News

ucapan ulang tahun Islami
30 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Anak, Istri, dan Suami Paling Menyentuh dan Penuh Makna
Islami
nomor ijazah
Mengenal Nomor Ijazah SMA dan SMK: Letak, Cara Cek, dan Fungsinya
Pendidikan

Top Categories

  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Dunia Kerja
  • Sosial
  • Feeds
© 2026 AnjirInside! All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber